Ditanya Pengganti Sofyan Basir, Begini Jawaban Rini Soemarno

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 September 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 September 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Rini Soemarno tak berkomentar banyak ketika ditanya mengenai pengganti mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Sofyan Basir. Dia hanya menjawab saat ini Kementerian tengah memproses penggantian Sofyan.

    BACA: Datang ke KPK, Sofyan Basir Ogah Bicara kepada Wartawan

    "Kan belum, masih dalam proses," kata Rini singkat sembari buru-buru masuk ke mobil miliknya saat ditemui sejumlah awak media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin 6 Mei 2019.

    Rini juga tak menjawab ketika ditanya kabar yang beredar soal Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Alex Sinaga yang bakal menggantikan Sofyan Basir. Adapun Dewan Komisaris PlN telah menunjuk Muhammad Ali Direktur Human Capital Management sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama.

    BACA: Sofyan Basir Penuhi Panggilan KPK, Diperiksa sebagai Tersangka

    Sofyan Basir sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Komisi antirasuah menyangka Sofyan membantu Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih menerima suap dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo.

    KPK juga menyangka Sofyan menerima janji atau hadiah dengan bagian yang sama besar dengan yang diterima Eni Saragih. "KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan tersangka SFB," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang, di kantornya, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.

    Dalam kasus ini, Sofyan Basir ditengarai memasukkan proyek PLTU Riau-1 ke dalam RUPTL milik PLN. Padahal, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2016 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan belum dikeluarkan.

    Perpres itu memberikan kuasa bagi PLN untuk menunjuk langsung rekanan bagi proyek pembangkit listrik. Sofyan Basir kemudian juga menunjuk perusahaan yang diwakili Kotjo sebagai penggarap PLTU Riau-1.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.