Lebaran 2019, Tol Trans Jawa Terapkan Sistem Ganjil Genap

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampah berserakan di antara kemacetan di arah keluar pintu tol Pejagan, di H-2 Lebaran, Jawa Tengah, 4 Juli 2016. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kesadaran pemudik untuk menjaga kebersihan. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    Sampah berserakan di antara kemacetan di arah keluar pintu tol Pejagan, di H-2 Lebaran, Jawa Tengah, 4 Juli 2016. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kesadaran pemudik untuk menjaga kebersihan. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan memberlakukan sistem  ganjil-genap dan satu arah saat arus mudik dan balik Lebaran 2019 di sepanjang Tol Trans Jawa, dari Jakarta-Surabaya. Kebijakan ini diambil demi memperlancar angkutan Lebaran tahun 2019.

    BACA: Kursi Tambahan Lebaran 2019, Maskapai Penerbangan Pilih Hati-hati

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan konsep tersebut disiapkan tidak lain tujuannya adalah agar mudik yang dijalani oleh masyarakat bisa nyaman dan lancar. Sebab, diyakini, jalan tol Trans Jawa yang sudah menyambungkan Jakarta dan Surabaya akan menarik minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, perlu dilakukan manajemen lalu lintas agar tidak ada kepadatan.

    “Presiden berpesan agar mudik tahun ini dapat berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk itu kami bersama-sama Pemerintah Daerah, Polri, Polda dan instansi terkait lainnya telah menyiapkan dua konsep manajemen lalu lintas konsep yaitu jalur satu arah dan penerapan ganjil genap. Nanti akan kita finalkan manajemen lalu lintas apa yang akan diterapkan dan saya yakin Kakorlantas dapat menjalankan dengan baik,” kata Budi Karya dalam keterangannya, Ahad 5 Mei 2019.

    Budi mengatakan, saat ini memang sudah ada kebijakan seperti pemindahan gerbang tol Cikarang Utama. Namun, untu merespons ekspektasi masyarakat yang tinggi untuk mencoba jalan tol, perlu diambil langkah-langkah lain seperti penerapan ganjil-genap.

    "Jadi saya juga minta pengertian masyarakat bahwa keputusan kita ini bukan karena kita ingin aneh-aneh, kita lakukan ini semua karena justru agar masyarakat dapat mudik dengan nyaman dan lancar," ujar Budi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.