Ramadan, Multifinance Berharap Pembiayaan Tumbuh 10 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT BCA Finance, Roni Haslim (kiri), didampingi Wakil Direktur Divisi Mobil Baru PT BCA Finance, Punto Nugroho, saat konfrensi pres mengenai peluncuran program

    Direktur Utama PT BCA Finance, Roni Haslim (kiri), didampingi Wakil Direktur Divisi Mobil Baru PT BCA Finance, Punto Nugroho, saat konfrensi pres mengenai peluncuran program "Fix dan Cap Tenor 6 Tahun BCA Finance di Jakarta, Senin (21/1). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pembiayaan berharap realisasi pembiayaan mampu bertumbuh hingga 10 persen pada Ramadan hingga Lebaran 2019.

    Baca juga: OJK Bekukan Kegiatan Usaha Multifinance PT Tirta Finance

    Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim mengatakan pihaknya ingin pemasaran produk bisa lebih tinggi dari bulan-bulan biasa. “Harapan kami di bulan puasa ini jualan bisa lebih tinggi sekitar 10 persen di atas bulan normal,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu, 5 Mei 2019.

    Sebelumnya, Roni menjelaskan pada awal tahun, khususnya triwulan pertama, sektor multifinance dihadapkan pada tantangan berat seiring lesunya industri otomotif.

    Anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. ini pun mencatatkan penurunan pembiayaan pada periode Januari – Februari 2019, yakni sekitar 6,5 persen (year-on-year/yoy) lebih rendah dari tahun lalu. Kondisi itu disebabkan oleh penurunan signifikan nilai booking pada Februari 2019, yakni hingga 11,6 persen (yoy).

    Data Otoritas Jasa Keuangan tentang statistik lembaga pembiayaan menunjukkan hingga triwulan I/2019, total piutang pembiayaan bersih sektor jasa keuangan ini bertumbuh 5,17 persen (yoy) menjadi Rp 440,86 triliun.

    Bila dirinci, maka piutang pembiayaan bersih dari segmen konvensional tercatat senilai Rp422,81 triliun, sedangkan selebihnya, Rp 18,05 triliun bersumber dari pembiayaan syariah.

    Untuk segmen konvensional, piutang pembiayaan bersih masih dominan berasal dari lini bisnis multiguna, yakni senilai Rp262,01 triliun. Piutang jenis pembiayaan ini bertumbuh 6,55 persen (yoy).

    Piutang pembiayaan investasi tumbuh 10,66 persen (yoy) menjadi Rp 137,27 triliun, sedangkan piutang pembiayaan modal kerja naik 2,42 persen (yoy) menjadi Rp 23,40 triliun. Sebaliknya, piutang pembiayaan lainnya berdasarkan persetujuan OJK turun 2,60 persen (yoy) menjadi Rp 132 miliar.

    Adapun, piutang pembiayaan bersih berdasarkan prinsip syariah yang tercatat senilai Rp 18,05 triliun itu turun 31,27 persen (yoy).

    Baca berita Ramadan lainnya di ramadan.tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.