Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Juga Dongkrak Perekonomian

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan dari Kejaksaan Negeri Batam, TNI, Polri dan instansi terkait memusnahkan alat tangkap ikan milik kapal nelayan asing di Perairan Pulau Momoi, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 21 November 2018. Kejaksaan Negeri Batam juga memusnahkan alat-alat tangkap ikan seperti jaring. ANTARA/M N Kanwa

    Petugas gabungan dari Kejaksaan Negeri Batam, TNI, Polri dan instansi terkait memusnahkan alat tangkap ikan milik kapal nelayan asing di Perairan Pulau Momoi, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 21 November 2018. Kejaksaan Negeri Batam juga memusnahkan alat-alat tangkap ikan seperti jaring. ANTARA/M N Kanwa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkukuh untuk terus melakukan penenggelaman kapal asing yang terbukti melakukan illegal fishing di laut Indonesia. Menurut Menteri Susi, penenggelaman kapal itu selain memberikan efek jera, juga mendongkrak perekonomian.

    BACA: Menteri Susi: Lelang Kapal Ilegal Bukan Sikap Umum Pemerintah

    Susi menyebutkan salah satu efek jera tersebut terbukti dengan menurunnya jumlah kapal yang melakukan praktik illegal fishing dari puluhan ribu kapal menjadi ratusan kapal saja. Selain itu, kata Susi, penenggelaman kapal juga berdampak baik bagi ekonomi.

    Salah satunya, bisa dilihat dalam neraca perdagangan yang menanjak sejak kebijakan ini diterapkan. "Saat ini stok ikan terus bertambah hingga 12,5 juta dari sebelumnya 7,1 juta pada 2012. Kemudian, neraca peradangan produk perikanan Indonesia saat ini menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara," kata Susi dalam pidato sambutannya yang diunggah oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada akun twitter @KKPgoid, pada Sabtu 4 Mei 2019. 

    Indonesia kini juga telah menjadi pemasok ikan tuna terbesar di dunia. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Selatan bahkan ikut bertambah dari Rp 2 triliun menjadi Rp 15 trilkun. Sulawesi Utara bahkan naik ekspornya menjadi 800 persen.

    "Morotai saya baca PAD naik 1.000 persen, itu dirasakan oleh masyarakat. Jadi penenggelaman kapal itu jangan dilihat tenggelamkan saja, tapi ekoknomi reverser dan rewardnya untuk negara," kata Susi.

    Sementara itu, dalam pidatonya Susi juga menyinggung orang-orang yang tidak sepakat mengenai kebijakan penenggelaman kapal dan justru meminta untuk melaksanakan lelang terhadap kapal yang tertangkap melakukan illegal fishing. Menurut dia, seperti itu adalah orang yang ragu atau tidak percaya diri.

    Baca: Insiden KRI Tjiptadi 381, Susi Pudjiastuti Intensifkan Patroli

    Susi menuturkan, lelang justru membuat kapal-kapal ilegal tersebut justru makin berani. Belum lagi, dengan dilelangnya kapal juga memiliki potensi bahwa kapal tersebut bisa kembali lagi melakukan aktivitas illegal fishing dengan kapal yang sama.

    "Kalau mereka maunya mau dilelang, ya jelas tambah berani, itu sudah out of mind untuk kita tolerir lagi kejahatan terhadap negara. Kalau kejahatan terhadap negara berkali-kali masa ya kita mau toleran?," tutur Susi Pudjiastuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?