Jusuf Kalla Puji Runway Bandara Internasional Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Yogyakarta atau BIY, Sabtu, 4 Mei 2019. Foto: Istimewa

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Yogyakarta atau BIY, Sabtu, 4 Mei 2019. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK telah mendarat perdana di Bandara Internasional Yogyakarta atau BIY pada Sabtu, 4 Mei 2019. Wapres  mendarat pukul 08.10 WIB menggunakan pesawat kepresidenan, didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    Setelah tiba di bandara berkode YIA itu, JK membeberkan kesan pertamanya. "Bagus, lancar, terasa mulus dan runwaynya bagus,” kata JK dalam keterangan tertulis Kementerian Perhubungan pada Sabtu sore.

    Jusuf Kalla memperkirakan, Bandara YIA akan menjadi pioner bandara moderen. Namun, untuk mendukung operasional bandara, JK mengatakan pemerintah perlu melengkapinya dengan moda transportasi penghubung yang lengkap. Saat ini, transportasi yang tersedia menuju bandara adalah bus DAMRI, taksi, dan kereta api.
    "Nanti pasti akan dibuat dengan baik, termasuk kereta api, jalan raya, jalan tol supaya masyarakat bisa mudah,” tuturnya.

    Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan YIA akan beroperasi untuk komersial dalam waktu dekat. "YIA akan segera melayani penerbangan sebelum Idul Fitri," ucap dia.

    Saat ini, ada dua maskapai yang telah berkomitmen mengembangkan rute penerbangan ke Bandara YIA, yakni Citilink dan Batik Air. Maskapai penerbangan Citilink tercatat akan mulai beroperasi ke YIA pada 6 Mei 2019 dengan rute Bandara Halim Perdanakusuma. Adapun Batik Air direncanakan terbang empat hari setelahnya.

    Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan perusahaannya telah mengirimkan permohonan slot penerbangan Batik Air ke Kementerian Perhubungan pada 24 April. Saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu, Daniel mengatakan telah mengajukan tiga rute selain Jakarta-Yogyakarta. Di antaranya Yogyakarta-Samarinda, Yogkayarta Denpasar, dan Yogyakarta-Palangkaraya atau sebaliknya.  “Kami juga sedang menunggu kesediaan bandara-bandara tujuan rute ini,” ujar Daniel dalam telepon.

    YOHANES PASKALIS | KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.