Susi: Belum Ada Perintah Stop Penenggelaman Kapal dari Jokowi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kiri) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (ketiga kanan), Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (kiri) dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan (kedua kanan) meninjau kawasan permukiman nelayan tepi air di kampung nelayan Sumber Jaya, Bengkulu, Bengkulu, Jumat, 15 Februari 2019. Peninjauan tersebut untuk memastikan penataan kawasan permukiman tepi air di Bengkulu. ANTARA/David Muharmansyah

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kiri) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (ketiga kanan), Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (kiri) dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan (kedua kanan) meninjau kawasan permukiman nelayan tepi air di kampung nelayan Sumber Jaya, Bengkulu, Bengkulu, Jumat, 15 Februari 2019. Peninjauan tersebut untuk memastikan penataan kawasan permukiman tepi air di Bengkulu. ANTARA/David Muharmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memastikan bahwa sampai saat ini belum ada perintah dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta kebijakan penenggelaman kapal dihentikan. Karena itu, Susi mengatakan dirinya tak akan mendengar siapapun yang memintanya menghentikan penenggelaman kapal.

    Baca juga: Jadi Menteri KKP Tinggal 6 Bulan, Susi: Saya Titip Laut

    "Karena dari Pak Jokowi masih firm, deterrence effect. Pak Presiden belum perintahkan, Bu Susi penenggalaman kapal dihentikan, belum ada perintah ke saya. Jadi selain Pak Presiden ya tidak akan saya dengar," kata Susi dalam pidato sambutannya yang diunggah oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada akun twitter @KKPgoid, Sabtu 4 Mei 2019.

    Adapun hari ini, Sabtu 4 Mei 2019, KKP telah memulai mengelar acara pemusnahan barang bukti kapal perikanan pelaku illegal fishing di Stasiun PSDKP di Kecamatan Sungai Rengas, Pontianak, Kalimantan Barat. Kementerian rencananya bakal menenggelamkan sebanyak 51 kapal yang telah tertangkap melakukan praktik illegal fishsing di Indonesia.

    Susi menjelaskan, cara untuk menenggelamkan kapal lebih baik, supaya Indonsia bisa keluar dari persoalan lama. Sebab, selain bisa menimbulkan deterrence effect atau efek jera yang tinggi, penenggelaman kapal juga dianggap cara yang lebih baik dibandingkan harus mengurusi oknum-oknum yang membantu kegiatan illegal fishing.

    "Kalau kita mau kulitin satu-satu, menangkap aparat atau oknum-oknum yang membantu dalam kegiatan ilegal ini tentu tidak akan selesai, dan tidak mudah untuk selesai. Sebetulnya ini adalah way out yang sangat cantik," kata Susi.

    Dalam pidatonya, Susi juga menyinggung orang-orang yang tidak sepakat mengenai kebijakan penenggelaman kapal dan justru meminta untuk melelang kapal pencuri ikan itu. Menurut dia, orang yang bersikap seperti itu adalah orang yang ragu atau tidak percaya diri.

    Baca: KRI Tjiptadi 381 Ditabrak Kapal Vietnam, Menteri Susi: TNI AL Sudah Benar

    Menurut Susi, jika kapal dilelang, justru membuat kapal-kapal ilegal tersebut makin berani. Belum lagi, dengan dilelangnya kapal, ada potensi bahwa kapal yang sama akan kembali melakukan pencurian ikan. "Itu sudah out of mind untuk kami tolerir lagi kejahatan terhadap negara. Jadi kalau toleran dan solider itu baik, okelah, tapi kejahatan terhadap negara berkali-kali masa ya kita mau toleran?," sergah Susi.

    Karena itu, Susi meminta kepada seluruh pihak mulai dari Kementerian, Polair, Kejaksaan, TNI Angkatan Laut hingga Bakamla untuk satu persepsi mendukung penenggelaman kapal. Sebab, dengan cara ini sudah terbukti bisa memberi efek jera, strategi menjaga kedaulatan sekaligus pada bersamaan meningkatkan ekonomi bagi masyarakat di sektor perikanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.