Darmin Nasution Sebut IHSG Melemah Bukan Karena Politik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membantah anggapan bahwa pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar modal terjadi lantaran ketegangan politik pasca pemilihan umum.

    Baca: Pemilu Aman, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan pada Pekan Ini

    "Enggak lah, politik belum berubah posisinya tetapi enggak ada yang ramai-ramai," ujar Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Ia menduga ada kejadian lain di luar negeri yang berdampak kepada pelemahan itu.

    Hingga saat ini, Komisi Pemilihan Umum masih melakukan penghitungan suara setelah pencoblosan 17 April lalu. Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survey menunjukkan kemenangan pada pasangan calon inkumben, Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Namun, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, juga beberapa kali mendeklarasikan kemenangannya berdasarkan hasil hitung internal.

    Belakangan, indeks harga saham gabungan berada di zona merah. Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG melanjutkan pelemahannya. Bedasarkan data dari RTI Business, IHSG melorot 0,86 persen ke level 6.319,459, setelah dibuka melemah pada level 6.366,75.

    Pada perdagangan sehari sebelumnya, Kamis, 2 Mei 2019, IHSG juga ditutup melemah di angka 6.374,422 atau turun 1,25 persen ketimbang sebelumnya. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.261,25 - 6.367,62.

    Dilansir Bloomberg, IHSG melemah setelah sinyal dari Federal Reserve AS bahwa penurunan suku bunga tidak akan segera terjadi telah membuat para investor lokal kecewa bahwa Bank Indonesia akan memiliki ruang untuk mulai menurunkan suku bunga acuan.

    “Prospek suku bunga yang berubah telah menambah tekanan sentimen yang sudah lemah terhadap saham di Indonesia setelah pendapatan kuartal pertama yang buruk dari banyak perusahaan,” menurut Jeffrosenberg Tan, analis Sinarmas Sekuritas, seperti dikutip Bloomberg.

    Sementara itu, bursa saham Asia tetap berada dalam kisaran ketat pada perdagangan hari ini di tengah hari libur di sejumlah bursa, sementara investor menunggu rilis data tenaga kerja AS dan petunjuk arah lainnya.

    Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,46 persen pada pukul 15.09 WIB, sedangkan indeks FTSE Straits Times Singapura melemah 0,03 persen dan indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,74 persen. Bursa saham China dan Jepang masih tutup karena libur nasional dan akan dibuka kembali pada hari Senin dan Selasa.

    Investor menunggu data non-farm payroll AS yang akan dirilis hari ini, yang diperkirakan menunjukkan peningkatan 185.000 pekerjaan baru pada bulan April dan tingkat pengangguran stabil di level 3,8 persen.

    Baca berita IHSG lainnya di Tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.