Gardu Tegangan Tinggi Kawasan Industri CIkarang Mulai Beroperasi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (depan kiri) meninjau Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV Pedan di Kabupaten Klaten. Menurut Nasri, sistem kelistrikan Jawa-Bali sudah kuno sehingga rawan terjadi banyak hambatan jika pembangkit-pembangkit listrik baru sudah beroperasi. TEMPO/DINDA LEO LISTY

    Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang (depan kiri) meninjau Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV Pedan di Kabupaten Klaten. Menurut Nasri, sistem kelistrikan Jawa-Bali sudah kuno sehingga rawan terjadi banyak hambatan jika pembangkit-pembangkit listrik baru sudah beroperasi. TEMPO/DINDA LEO LISTY

    TEMPO.CO, Bekasi - Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) berdaya 500 kV Cibatu Baru di kawasan industri Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi,  mulai beroperasi. Pembangunan gardu milik PT PLN (Persero) yang dibangun sejak 2017 ini menelan investasi senilai Rp 450 miliar.

    Simak: Jababeka Gandeng Greenbelt Atasi Limbah Rumah Tangga

    General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II, Eko Priyantono Aviantoro mengatakan, dengan adanya gardu ini menambah satu gardu yang sebelumnya sudah ada dengan kapasitas sama.

    "GITET 500 kV Deltamas untuk memenuhi pasokan daya listrik di kawasan Cikarang, Karawang dan Bekasi khususnya kawasan industri Deltamas. Pelanggan baru yang masuk sudah mencapai 100 MVA," kata Eko di Cikarang, Kamis, 2 Mei 2019.

    GITET 500 kV Cibatu Baru memotong SUTET 500 KV Cibatu Lama dengan pasokan listrik dari PLTU Cirata, dibangunnya GITET ini juga untuk menampung pasokan listrik dari PLTU Indramayu 2 X 1000 MW yang tengah dibangun.

    Selain GITET, kata Eko, jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Deltamas Incomer yang merupakan sumber pasokan bagi GITET Deltamas juga telah beroperasi. Oleh karena itu, daya listrik dari GITET 500 kV Cibatu Baru sudah bisa disalurkan menuju jaringan transmisi baru.

    Menurut Eko, pengoperasian tahap pertama SUTET 500 kV Deltamas Incomer menggunakan metode Blocking Insulator dan Tower Emergency untuk mem-block tegangan dari jalur yang sudah eksisting. Sedangkan tahap kedua ditargetkan beroperasi pada Juni mendatang.

    "Ada 2 tower yang berada tepat di bawah jalur transmisi yang sudah eksisting, sehingga diperlukan metoda tersebut supaya pembangunan dua tower dapat dilaksanakan," kata Eko.

    Baca: Menperin Sebut 6 Sektor Pendongkrak Pertumbuhan Industri 2018

    GITET Cibatu Baru, ucap Eko, menyambung mulai dari PLTU Tanjung Jati (Jepara)-Ungaran-Indramayu hingga berujung di Kawasan Deltamas, Kabupaten Bekasi. GITET ini juga untuk mengevakuasi pembangkit-pembangkit listrik berkapasitas besar di Pantura.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.