Hasil Rekrutmen Lowongan Kerja BUMN Diumumkan Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengumuman lowongan kerja di Kominfo. dok. Istimewa

    Pengumuman lowongan kerja di Kominfo. dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Forum Human Capital Indonesia (FHCI) mengumumkan hasil rekrutmen lowongan kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini, Rabu, 2 Mei 2019. Peserta perekrutan akan menerima surat elektronik atau surel yang berisi pengumuman hasil penyaringan.

    Baca: Garuda Indonesia Bakal Gelar RUPST, Bahas Pergantian Dirut?

    "Kami kirim (pengumuman) lewat email selain busa dibuka di web," ujar Direktur Eksekutif FHCI Sofyan Rohidi saat dihubungi Tempo pada Rabu, 2 Mei 2019.

    Sejatinya, peserta juga dapat mengakses pengumuman hasil rekrutmen 11 ribu lowongan kerja BUMN itu melalui laman resmi rekrutbersama.fhcibumn.com. Namun, laman tersebut mengalami gangguan pada Rabu sore.

    Tempo mencoba membuka laman itu dan beberapa kali muncul halaman kosong. Saat laman diakses, muncul narasi bertuliskan "Error 53 Backend fetch failed".

    Sofyan mengatakan laman yang memuat pengumuman lowongan kerja itu mengalami gangguan lantaran banyak orang mengaksesnya dalam waktu bersamaan."Karena baru hari ini juga dibuka (pengumumannya)," ujarnya.

    Menurut Sofyan, peserta yang lolos untuk tahap ini berjumlah sekitar 125 ribu orang. Seluruhnya bakal mengikuti tes selanjutnya, yakni tes kemampuan dasar atau TKD. Tes tersebut rencananya digelar pada 8 hingga 9 Mei nanti. Adapun hingga tahap terakhir, Sofyan memastikan ada 11 ribu peserta yang terjaring.

    Program pembukaan lowongan kerja BUMN untuk 11 ribu orang ini merupakan bagian dari kegiatan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kementerian BUMN. Dalam program tersebut, Kementerian turut serta membuka lowongan untuk penyandang difabel.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.