Harga Tiket Pesawat dan Bawang Picu Inflasi April 0,44 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, Senin 16 Oktober 2017. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, Senin 16 Oktober 2017. TEMPO/M. Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat inflasi pada April 2019 yang mencapai 0,44 persen terutama dipicu oleh lonjakan harga tiket pesawat dan bahan makanan. Dalam hitungan BPS, inflasi April secara tahunan atau yoy mencapai 2,8 persen, sedangkan inflasi tahun kalender selama Januari hingga April tercatat 0,8 persen. 

    Baca: Soal Tiket Pesawat, Darmin Panggil Rini Soemarno dan Garuda Besok

    Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi bulan April tergolong tinggi bila dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya. “Memang agak tinggi, namun secara keseluruhan inflasi April masih terkendali,” ujar Suhariyanto di kantornya, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu, 2 Mei 2019. 

    Berdasarkan catatan BPS, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga bahan makanan dan melonjaknya tarif transportasi udara. Harga bahan makanan memberikan andil pada inflasi sebesar 0,31 persen, sedangkan lini transportasi menyumbang angka inflasi sebesar 0,05 persen. 

    Harga bahan makanan paling tinggi terjadi pada bawang merah. Ketimbang bulan sebelumnya, harga bawang merah rata-rata mengalami peningkatan 22,93 persen.

    Adapun kenaikan harga bawang putih juga turut menjadi penyumbang inflasi karena secara umum di pasaran, harga bahan makanan tersebut naik dengan rata-rata kenaikan 0,09 persen. Sementara itu, penyumbang tertinggi untuk komponen inflasi transportasi adalah naiknya harga tarif tiket pesawat.  

    Menurut Suhariyanto, inflasi secara tahunan masih terkendali lantaran berada cukup jauh dari target pemerintah sebesar 3,5 persen. Meski demikian, ia meminta sejumlah pihak memperhatikan pergerakan harga lantaran sebentar lagi memasuki masa Ramadan.

    Ramadan tahun ini jatuh di awal bulan sehingga kemungkinan besar harga-harga terjadi awal Mei. Beda dengan tahun lalu, tahun lalu di tengah bulan sehingga kenaikannya menyebar 2 bulan,” ujarnya. 

    Pada bulan lalu, BPS mencatat inflasi selama Maret 2019 mencapai 0,11 persen atau 2,48 persen secara tahunan. Sedangkan inflasi tahun kalender selama Januari hingga Maret tercatat 0,35 persen.

    Bulan lalu, kenaikan inflasi terjadi karena lonjakan harga bawang putih dan bawang merah. Kenaikan harga bawang merah memberikan andil tumbuhnya inflasi sebesar 0,06 persen.

    Baca: Dorong Maskapai Turunkan Tiket Pesawat, Menhub: Bukan Intervensi

    Sementara itu, kenaikan harga bawang putih memberikan andil 0,04 persen. Selain harga komoditas bahan pangan, kenaikan harga di bidang angkutan udara menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen. 

    Simak berita lainnya terkait tiket pesawat di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.