May Day, Buruh Perikanan Menuntut Kesejahteraan Ditingkatkan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa buruh yang ingin menuju Istana Negara berhadap-hadapan dengan petugas kepolisian saat May Day, Rabu, 1 Mei 2019. Mereka bermaksud menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden Joko Widodo. TEMPO/Imam Hamdi

    Massa buruh yang ingin menuju Istana Negara berhadap-hadapan dengan petugas kepolisian saat May Day, Rabu, 1 Mei 2019. Mereka bermaksud menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden Joko Widodo. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepuluh buruh perikanan dari organisasi Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan atau KIARA menuntut Pemerintah lebih memperhatikan hak-hak mereka dalam aksi May Day atau peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019.

    BACA: May Day 2019: Begini Poin-poin Tuntutan Aspek Indonesia

    "Yang dilakukan pemerintah sih sudah banyak, terutama Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti) namun masih banyak yang harus dibenahi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh perikanan," kata Ma'ruf, seorang peserta aksi demo KIARA yang berasal dari Rembang saat ditemui di dekat Halte Transjakarta Dukuh Atas, Jakarta.

    Massa aksi dari KIARA mengenakan topi caping dan sepatu bot kuning sebagai simbol pekerja sektor perikanan serta membawa poster-poster berisi tuntutan kepada Pemerintah.

    BACA: May Day 2019, 25 Ribu Buruh dari Aliansi Gebrak ke Istana Negara

    Mereka melakukan aksi duduk sambil diam, sambil menunggu upaya negosiasi rombongan besar kelompok buruh yang berusaha melintasi Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara. Sampai pukul 13.20, massa peserta aksi masih tidak diizinkan melintasi Bundaran Hotel Indonesia oleh polisi.

    Baca berita tentang May Day lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.