Longsor di Purwakarta, Kereta Api Jakarta-Jawa Barat Terhambat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur kereta Bogor - Sukabumi putus akibat longsor. facebook.com/KRL-Mania

    Jalur kereta Bogor - Sukabumi putus akibat longsor. facebook.com/KRL-Mania

    TEMPO.CO, Jakarta – Perjalanan kereta api jarak jauh rute Jakarta – Jawa Barat atau sebaliknya mengalami hambatan pada Selasa petang, 30 April 2019. Vice President Communication KAI Daop I, Eva Chairunisa, mengatakan sejumlah kereta mengalami keterlambatan tiba lantaran terjadi longsor di jalur Purwakarta-Ciganea.

    Baca: Pelecehan Seksual di Kereta Api, Begini Tanggapan PT KAI

    “Sekitar pukul 18.50 WIB laporan lapangan pada KM 105+8 antara Stasiun Purwakarta-Ciganea terdapat longsoran yang menutup jalur rel,” ujar Eva dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa 30 April 2019 malam.

    Melalui pengumuman resminya, KAI menginformasikan kereta yang terdampak longsor ini adalah KA Argo Parahyangan (7078) rute Stasiun Gambir – Bandung. Untuk sementara, kereta tersebut tertahan di Stasiu Purwakarta.

    Selain itu, KA Argo Parahyangan (29) rute Stasiun Bandung - Gambir juga terimbas. Kereta tersebut sempat tertahan di Stasiun Rendeh.

    Kereta Argo Parahyangan (28) dengan rute sama juga sempat terhambat. Kereta ini berhenti di Stasiun Cibungur saat longsor terjadi. Sedangkan KA Pangandaran rute Stasiun Banjar – Gambir tertahan di Stasiun Plered. Rata-rata, jadwal tiba kereta mengalami keterlambatan 1 jam.

    Meski demikian, Eva memastikan kereta api udah mulai bisa kembali berjalan pada pukul 20.41 WIB pasca-dilakukan penanganan. KAI sebelumnya telah menerjunkan timnya untuk melakukan pembersihan dan pengamanan jalur. “Saat ini sudah bisa dilalui dengan kecepatan terbatas,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.