Kuartal I 2019, BKPM Catat Pertumbuhan Investasi 5,3 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dan Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis saat memaparkan Realisasi Investasi Triwulan III 2017, di Gedung BKPM, Setiabudi, Jakarta Selatan, 30 Oktober 2017. Yohanes Paskalis Pae Dale

    Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dan Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis saat memaparkan Realisasi Investasi Triwulan III 2017, di Gedung BKPM, Setiabudi, Jakarta Selatan, 30 Oktober 2017. Yohanes Paskalis Pae Dale

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2019 mencapai Rp 195,1 triliun. Artinya ada kenaikan sebesar 5,3 persen jika dibandingkan pada realisasi investasi pada periode yang sama tahun 2018, yang sebesar Rp 185,3 triliun.

    Baca: JK Sebut Unicorn Datangkan Investasi Asing, Bukan Sebaliknya

    Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, nilai realisasi investasi triwulan pertama tersebut sudah mencapai 24,6 persen dari target investasi sebesar Rp 792,0 triliun tahun ini. Capaian realisasi ini dinilai sangat penting untuk menjaga agar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen bisa terealisasi sepanjang 2019.

    "Kami melihat tren positif ini akan berlanjut pada masa mendatang, apalagi didukung dengan tekad kuat pemerintah yang akan melanjutkan reformasi di bidang ekonomi, pemanfaatan Online Single Submission yang lebih baik," kata Lembong di Jakarta, Selasa 30 April 2019.

    Lembong melanjutkan, dari catatan BKPM, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal I 2019 telah mencapai Rp 87,2 triliun. Sedangkan, dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 107,9 triliun. Dengan jumlah investasi ini, jumlah tenaga kerja yang bisa diserap sebanyak 235.401 orang.

    Jika dibandikan pada periode yang sama 2018, tutur Lembong, investasi PMDN meningkat 14,1 persen dari Rp 76,4 triliun menjadi Rp 87,2 triliun. Sayangnya, investasi PMA pada periode ini justru melambat atau turun sebesar 0,9 persen dibanding triwulan yang sama pada 2018 dari Rp 108,9 triliun menjadi Rp. 107,9 triliun.

    "Namun terjadi tren positif terhadap pertumbuhan PMA. Dari yang semula pada triwulan iv 2018 adalah -11,6 persen, berkurang hanya menjadi -0,9 persen pada triwulan I 2019," tutur Lembong.

    Baca: Jokowi Yakinkan Investor, Indonesia Aman Pasca Pemilu 2019

    Menurut data BKPM, lima besar realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha adalah sektor konstruksi (Rp 19,2 triliun), transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp 12,7 triliun), listrik gas, dan air (Rp 10,3 triliun), industri makanan (Rp. 8,9 triliun), dan tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan (Rp. 8,8 triliun).

    Sementara itu, lima besar realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha menurut data BKPM adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi (US$ 1,6 miliar), lstrik, gas dan air (US$ 1,5 miliar), perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (US$ 1,0 miliar), pertambangan (US$ 0,6 miliar), dan industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (US$ 0,6 miliar).

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.