4 Maskapai yang Beroperasi di LCCT Bandara Soekarno - Hatta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang pemeriksaan pengguna jasa pesawat terbang komersil, Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten (18/04). [TEMPO/Arif Fadillah : AFS20120418]

    Gerbang pemeriksaan pengguna jasa pesawat terbang komersil, Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten (18/04). [TEMPO/Arif Fadillah : AFS20120418]

    TEMPO.CO, Tangerang -Empat maskapai penerbangan akan langsung beroperasi melayani penumpang pada awal pengoperasian Terminal berbiaya murah atau Low Cost Carrier Terminal 2F Bandara Soekarno - Hatta. "Pada tahap awal pengoperasian baru empat maskapai penerbangan yang telah siap," ujar Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soetta, Febri Toga Simatupang kepada Tempo, Selasa 30 April 2019.

    BACA: LCCT 2F Soekarno - Hatta Beroperasi Mulai Tengah Malam Ini

    Empat maskapai tersebut adalah AirAsia, Cebu Pasifik, Lion Air Group dan Sriwijaya Air. "Maskapai ini resmi beroperasi di Terminal LCCT 2F Bandara Soekarno-Hatta berbarengan dengan dioperasikannya LCCT ini terhitung mulai 1 Mei 2019, pukul 00," kata Febri.

    Febri menjelaskan AirAsia rute internasional dan domestik pindah dari Terminal 2D pindah ke Terminal 2F, mulai 1 Mei 2019, Cebu Pacific juga pindah dari Terminal 2D pindah ke Terminal 2F, mulai 1 Mei 2019.

    BACA: April, Qatar Airways Pindah ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

    Begitu juga dengan Lion Air Group seperti Lion Air, Thai lion, Malindo rute internasional dari saat ini di Terminal 2D pindah ke Terminal 2F mulai 1 Mei 2019 dan diikuti oleh Sriwijaya Air pindah pada waktu yang sama.

    Adapun maskapai lainnya, kata Febri, secara bertahap akan pindah ke LCCT 2F seperti Jetstar Asia dari saat ini Terminal 3 pindah ke Terminal 2F mulai 15 Mei 2019. "Selain itu, Citilink dan Tiger Scoot juga nantinya menyusul akan pindah ke Terminal 2F," katanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.