Darmin Jelaskan Sebab Bulog Ditugaskan Impor Bawang Putih

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan impor 100 ribu ton bawang putih oleh Perum Badan Urusan Logistik atau Bulog sudah mendesak.

    Baca: Darmin Yakin Investasi Asing Mengalir ke RI Setelah Pemilu

    "Kalau situasi sudah mulai mendesak, pemerintah selalu menugaskan Bulog dan kita menganggap ini sudah mendesak karena harga naik," ujar Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin, 29 April 2019.

    Darmin mengatakan penugasan kepada Bulog itu sudah dibicarakan dalam rapat koordinasi pada pekan lalu. "Jadi supaya selain yang swasta, diberikan juga penugasan kepada Bulog."

    Sebenarnya, keputusan untuk mengimpor bawang putih itu sudah diambil sejak Maret 2019. Namun, Bulog tak kunjung melakukan impor lantaran belum mendapat izin dari Kementerian Perdagangan.

    Kendati demikian, Darmin tak menegaskan kapan Bulog mesti melakukan impor tersebut. Ia juga tidak mengatakan dengan pasti penghambat impor bawang putih tersebut. "Tanya ke (kementerian) perdagangan."

    Pekan lalu, Kementerian Perdagangan memastikan telah memberikan izin impor bawang putih kepada delapan perusahaan importir swasta. Mereka mendapat kuota impor bawang putih sebanyak 115.765 ton dari Cina. Izin impor tersebut diberikan guna menjaga stabilitas harga bawang menjelang dan saat Ramadan maupun Idul Fitri 2019.

    Sebelumnya, Bulog mengungkapkan belum bisa merealisasikan impor 100.000 ton bawang putih karena ada seorang menteri yang menghalangi pelaksanaannya.

    Dilansir dari Antara, Ahad, 28 April 2019, Direktur Utama Bulog Budi Waseso menerangkan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian telah menugaskan perusahaan pelat merah itu untuk mengimpor 100.000 ton bawang putih untuk menjaga pasokan di pasar menjelang Ramadan.

    "Bulog diperintahkan menyediakan stok bawang putih dan itu sudah diputuskan di Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian. Tetapi, ada salah satu menteri yang cara berpikirnya berbeda," paparnya di sela-sela perayaan ulang tahun ke-52 Bulog di Jakarta, Sabtu malam, 27 April 2019.

    Oleh karena itu, rencana impor pun belum bisa direalisasikan. Namun, Buwas, panggilan akrabnya, tidak menyebutkan menteri yang dimaksud. "Perintah kan sudah ada tetapi dibatalkan sepihak, ya tanya yang membatalkan," kata dia.

    Buwas melanjutkan hal ini juga membuat harga bawang putih di pasar naik karena permintaan yang tinggi tidak bisa diiringi oleh pasokan yang mencukupi. "Saya tidak tahu karena apa bisa batal. Sampai hari ini kasihan kan masyarakat, akibatnya jadi seperti itu. Sekarang ancamannya harga bawang putih meningkat dan itu yang memicu inflasi karena kebutuhan bawang putih," tuturnya.

    Baca: Darmin Sebut di Daerah Penghasil Kelapa Sawit Turunkan Kemiskinan

    Saat ini, harga bawang putih di pasaran disebut mencapai Rp 60.000 per kilogram. Harga bawang putih tersebut jauh di atas harga normal sebesar Rp 25.000 per kilogram.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.