Lebaran 2019, Konsumsi BBM Bakal Melonjak 15 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bermotor pengantar BBM dari KiosK Pertamax SPBU Muri bersiap untuk berkeliling jalur pantura di Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 30 Mei 2018. Pertamina menyiagakan 60 titik Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax sebagai salah satu alternatif bagi pemudik untuk mendapatkan BBM selain di SPBU. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Petugas bermotor pengantar BBM dari KiosK Pertamax SPBU Muri bersiap untuk berkeliling jalur pantura di Tegal, Jawa Tengah, Rabu, 30 Mei 2018. Pertamina menyiagakan 60 titik Kios BBM Kemasan atau KiosK Pertamax sebagai salah satu alternatif bagi pemudik untuk mendapatkan BBM selain di SPBU. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline atau bensin selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019 dapat melonjak hingga 15 persen dari rata-rata normal 2018. Untuk itu perseroan membentuk Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri 2019 (Satgas Rafi) untuk menyiapkan pasokan BBM, juga elpiji.

    BACA: Kursi Tambahan Lebaran 2019, Maskapai Penerbangan Pilih Hati-hati

    "Satgas Lebaran bukan hal yang baru, tapi perlu kita sadari bahwa setiap kali Satgas Lebaran selalu muncul hal baru di luar perkiraan yang berbeda dari tahun sebelumnya," kata SVP Retail Marketing Business PT Pertamina, Jumali, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

    Selama masa operasi Satgas Rafi 2019, perseroan menjaga stok Premium selama 21 hari, Pertalite 21 hari, Pertamax 22 hari, Turbo 58 hari, Solar 26 hari, Dexlite 27 hari, Dex 35 hari, Avtur 48 hari, LPG 16 hari, dan minyak tanah 69 hari. Hal tersebut sesuai dengan proyeksi besaran konsumsi BBM pada masa puncak, baik saat arus mudik maupun arus balik.

    Untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran 2019, menurut Jumali, perseroan juga bakal menyiapkan sarana BBM, antara lain mobil dispenser 26 unit, motor kemasan 200 unit, kiosk Pertamax 67 titik, dan buffer tank BBM 115 unit. Pada masa mudik ini, satgas akan lebih memberi perhatian pada ketersediaan BBM khususnya gasoline di jalur mudik tol.

    Konsentrasi utama di jalur tol ini dengan pertimbangan karena tahun ini ada sejumlah jalan tol anyar yang melayani pemudik. Misalnya saja mulai beroperasinya Tol Trans-Jawa dari Merak, Banten, hingga Pasuruan, Jawa Timur, serta Tol Trans-Sumatera ruas Lampung-Palembang. Sehingga, diperkirakan pemudik lebih memilih menggunakan transportasi darat dengan kendaraan pribadi dan umum.

    Selain BBM, perseroan juga memastikan ketersediaan elpiji di masyarakat. Pertamina memprediksi ada kenaikan konsumsi saat masa puncak Lebaran sebesar sekitar 15 persen dari rata-rata normal. Adapun konsumsi rata-rata selama masa program satgas adalah sebesar 7 persen dari kondisi normal.

    Baca juga: Penerbangan ke Bandara Adisutjipto Akan Dialihkan ke Bandara NYIA

    Sejumlah upaya pengamanan pasokan elpiji antara lain dilakukan dengan optimasi kilang dan impor, pangkalan buka saat libur Lebaran, serta menyediakan Bright Gas. Pertamina juga mempersiapkan penambahan alokasi 10-15 persen, dan memberlakukan pangkalan siaga sebanyak 33.000 unit.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.