Frekuensi Penerbangan di Bandara Kulon Progo Masih Minim

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kulon Progo, Yogyakarta. Sumber: Angkasa Pura I

    Bandara New Yogyakarta International Airport atau NYIA di Kulon Progo, Yogyakarta. Sumber: Angkasa Pura I

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I Persero memastikan sejumlah maskapai penerbangan telah menyiapkan armadanya untuk terbang dan mendarat dari dan menuju Bandara Kulon Progo yang kini bernama resmi Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Namun, hingga saat ini frekuensi penerbangan yang terdaftar masih minim.

    BACA: Senin, Jokowi Akan Mendarat Pertama Kali di Bandara NYIA

    Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengatakan ada beberapa grup maskapai yang telah tercatat siap beroperasi. "Seperti Batik Air rute SMR (Samarinda), BPN (Balikpapan), DPS (Denpasar), Garuda Indonesia (Garuda Group), dan Air Asia," ujar Handy dalam pesan pendek kepada Tempo Ahad, 28 April 2019.

    Angkasa Pura I memastikan sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti ground staff dan baggage signage, telah siap digunakan. Meski demikian, dalam tahap pertama pembukaan bandara, BIY hanya menyediakan kapasitas minimum.

    Dari luas keseluruhan terminal yang mencapai 210 meter persegi, pada tahap perdana pembukaan, AP I baru mengoperasikan terminal seluas 12.900 meter persegi. Begitu juga dengan gate. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Jumat lalu mengemukakan baru dua gate yang akan beroperasi pada tahap awal bandara dibuka.

    Budi Karya mengatakan, penerbangan yang tersedia pun baru akan melayani rute domestik. "Karena internasional butuh persiapan," ujarnya di Hotel JS Luwansa, Kuningan. Komponen yang membutuhkan persiapan untuk pembukaan rute internasional bukan hanya terkait izin lalu-lintas udara dan komunikasi dengan negara rute tujuan, tapi juga menyangkut imigrasi dan pengecekan keamanan khusus.

    Adapun maskapai yang menyatakan siap terbang dari BIY dengan rute domestik juga masih membatasi frekuensinya. Garuda Group, misalnya, baru menerbangkan maskapai low cost carriernya, yakni Citilink. Sedangkan maskapai full service Garuda Indonesia belum mengembangkan rute ke BIY.  "Pasar Garuda yang full service masih terbang dari Yogyakarta (Adisutjipto)," ujar Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Persero Tbk., Pikri Ilham, kemarin.

    BACA: Siap Diresmikan Jokowi, Baru 2 Gate Beroperasi di Bandara NYIA

    Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan, turut memastikan bahwa maskapainya membuka rute penerbangan ke dan dari BIY. Namun, ia belum merinci jumlah frekuensiyang akan terbang dalam sehari. "Yang pasti kami support bandaranya," ucap Dendy.


    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | YOHANES PASKALIS | KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.