Kendaraan Listrik, Menteri Jonan Klaim Listrik Cukup

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Menurut Jonan Motor Gesits bisa bersaing karena hemat energi dan ramah lingkungan. ANTARA

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Menurut Jonan Motor Gesits bisa bersaing karena hemat energi dan ramah lingkungan. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengklaim pasokan listrik cukup untuk mendukung kendaraan listrik. “Listriknya cukup. Wong cadangannya, dari kebutuhan yang peak, atau maksimum itu, cadangannya kurang lebih ada 30 persen kok hampir di seluruh wilayah,” kata dia selepas menghadiri peringatan Hari Bumi di Museum Geologi, Bandung, Sabtu, 27 April 2019.

    BACA: Proyek Listrik Panas Bumi Dieng dan Patuha Resmi Dimulai

    Jonan mengatakan, pengembangan kendaraan listrik bergantung pada kesiapan industrinya. Fasilitas charging atau pemasok daya listrik, infrastruktur PLN siap. “Kalau fasilitas charging dan sebagainya itu gampang. Kalau mau PLN bisa bangun,” kata dia.

    Menurut Jonan, sudah ada ribuan titik SPLU di kota-kota besar di Indonesia. “Sampai sekarang ada 1.600 (SPLU) di Jabodetabek dan kota besar, kalau mau dipasng berapa ribu mestinya bisa, wong itu sama kaya PLN bisnis kok jualan saja,” kata dia.

    BACA: Sofyan Basir jadi Tersangka, Proyek Listrik PLN Tetap Berjalan

    Jonan mengatakan, fasilitas pengisian daya listrik untuk kendaraan bergantung permintaan. “Kalau ada demand-nya, dipasang,” kata dia.

    “Coba tanya Kementerian Perindustrian mereka siap atau tidak. Kalau saya sih siap-siap saja wong listriknya sama, kan lebih gampang. Termasuk pasokan luar Jawa, kalau ada kendaraan listrik di sana,” kata Jonan.

    Jonan mengatakan, semua inisiatif penggunaan energi hijau didorong agar tidak berhenti pada skala riset. “Yang penting teknologi dan apapun yang dibuat, kaya gasifikasi atau kendaraan listrik, ini saya menyarankan agar bisa kerja sama langsung dengan industri terkait untuk bisa dibuat masal, jadi tidak berhenti pada skala riset. Kalau berhenti pada skala riset, manfaatnya hampir gak ada,” kata dia.

    Jonan menghadiri peringatan Hari Bumi di Museum Geologi yang digelar Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral bekerjasama dengan Ikatan Ahli Geologi dan Asosiasi Museum Indonesia Daerah Jawa Barat. Jonan meminta perayaan tersebut tersebut tidak berhenti peringatan saja. “Yang penting kalau diperingati itu, kita setiap tahun perlu ada inisiatif-inisiatif yang sungguh-sungguh diterapkan supaya pelestarian lingkungan ini menjadi makin lama makin baik,” kata dia.

    Di sela membuka acara peringatan Hari Bumi itu, Jonan mengatakan, komitmen Kementerian ESDM untuk terus melakukan perbaikan atau reklamasi pasca kegiatan tambang, serta mendorong penciptaan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

    “Tantangan paling besar dari penerapan green energi pada saat ini adalah masalah investasi atau masalah harga. Kalau ini diciptakan untuk listrik dan sebagainya, tantangan besarnya di harga. Juga misalnya kendaraan listrik, di samping untuk ketahanan nasional, itu juga bisa membantu mengurangi polusi. Tapi saya percaya mungkin dalam waktu yang singkat sekali, nanti makin lama harganya makin terjangkau oleh msyarakat,” kata Jonan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.