Pengamat Sebut Rupiah Melemah karena Faktor Eksternal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada akhir pekan kembali melanjutkan pelemahan mendekati Rp 14.200 per dolar AS.

    BACA: Rupiah Diprediksi Melemah Terimbas Faktor Eksternal

    Rupiah melemah 13 poin atau 0,09 persen menjadi Rp 14.199 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.186 per dolar AS.

    Analis PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat, mengatakan pergerakan kurs rupiah hari ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. "Lebih banyak faktor luar negeri yang mendominasi, terutama setelah pilpres dan RDG Bank Indonesia," ujar Rully.

    BACA: Jokowi Effect Pudar, Rupiah Melemah Jadi 14.078

    Rully menuturkan data ekonomi Amerika Serikat atau AS yang dirilis ternyata lebih baik dari ekspektasi. Pelaku pasar pun saat ini tengah menanti rilis data PDB AS."Ke depannya, rupiah sepertinya masih akan tetap stabil di kisaran Rp 14.100-14.200. Belum banyak perubahan," kata Rully.

    Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp 14.194 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.177 per dolar AS hingga Rp 14.199 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, Rupiah melemah menjadi Rp 14.188 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.154 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.