FSGI: Akses Hunian untuk Guru Masih Sulit

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Kepatuhan Bank Mandiri Agus DwiHandaya (dua kanan), Ketua Ikatan Istri Karyawan Bank Mandiri (IIKBM)Irin Kartika Wirjoatmodjo (kanan), EVP Consumer Loans Bank MandiriIgnatius Susatyo Wijoyo (tiga kiri) sedang mengamati maket perumahandalam expo property bertajuk Mandiri Youth Fest di Menara Mandiri,Rabu (27/2).

    Direktur Kepatuhan Bank Mandiri Agus DwiHandaya (dua kanan), Ketua Ikatan Istri Karyawan Bank Mandiri (IIKBM)Irin Kartika Wirjoatmodjo (kanan), EVP Consumer Loans Bank MandiriIgnatius Susatyo Wijoyo (tiga kiri) sedang mengamati maket perumahandalam expo property bertajuk Mandiri Youth Fest di Menara Mandiri,Rabu (27/2).

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendorong upaya perluasan bantuan kredit bagi para guru untuk mendapatkan hunian yang layak. Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriawan mengatakan, sampai saat ini persoalan akses terhadap hunian bagi para profesi guru masih sangat sulit.

    Baca juga: Rumah DP Nol Rupiah, Peminat Sudah Antre Sebelum Loket Buka

    "Khususnya bagi para guru-guru swasta non-PNS, sebab pendapatannya tidak sebesar guru PNS atau ASN," kata Satriawan saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 25 April 2019.

    Menurut Satriawan, upaya ini bakal sangat membantu para guru, terlebih jika program ini berasal langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR. Satriawan juga mendorong agar bantuan ini difokuskan kepada guru-guru swasta, guru honorer, dan guru-guru di daerah 3T (Tertinggal, Terpencil, Terluar).

    Sebelumnya, sejumlah perbankan nasional telah memulai penyediaan fasilitas kredit murah bagi para guru di Indonesia. Bank Mandiri misalnya, menyediakan tiga fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yaitu KPR FLPP, KPR ASN, dan KPR Pegawai. Untuk KPR FLPP, guru bergaji di bawah Rp 4 juta bisa mendapatkan pinjaman untuk mencicil rumah dengan uang muka 0 persen.

    Lalu ada pula Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menyediakan. Terakhir, Bank Negara Indonesia (BNI) juga telah menyalurkan kredit khusus guru ke 232 guru di wilayah Manokwari, Papua Barat; Sentani, Papua; Kupang, Nusa Tenggara Timur; Poso, Sulawesi Tengah; dan beberapa wilayah lainnya. Lalu 8 Mei 2019, giliran BNI yang mulai menyalurkan kredit serupa untuk tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

    Satriawan melanjutkan, selama ini para guru mengajukan kredit ke bank secara konvensional. Untuk guru swasta misalnya, mereka yang ingin membeli rumah, meminta surat keterangan gaji dan surat pengangkatan ke yayasan yang menaungi.

    Baca: Bantah BPN Prabowo, PUPR Tetap Berfokus ke Perumahan

    Lalu guru tersebut lah yang langsung secara pribadi berhubungan dengan pihak Bank, tidak melibatkan yayasan. "Saya sendiri sebagai guru swasta di DKI, pun memiliki keluhan yang sama," ujar Satriawan.

    Memang tidak semuanya seperti itu. Satriawan mencontohkan Sekolah Swasta Katolik seperti Fons Vitae di Jakarta Timur yang berinisiasi  memberikan bantuan kredit perumahan bagi guru-gurunya. Satriawan menilai, upaya Fons Vitae ini merupakan langkah baik yang mesti ditiru oleh sekolah-sekolah swasta lainnya.  "Kami mendorong yayasan di sekolah-sekolah swasta bisa memberikan bantuan dengan bekerjasama dengan perbankan," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.