Proyek Gas Tiung Biru Setor Pajak Rp 8,08 Triliun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wajib pajak melaporkan SPT pajak di kantor pelayanan di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak bisa menjadi tulang punggung agar suatu negara dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga kedaulatan. TEMPO/Tony Hartawan

    Wajib pajak melaporkan SPT pajak di kantor pelayanan di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak bisa menjadi tulang punggung agar suatu negara dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga kedaulatan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bojonegoro - PT Pertamina EP Cepu menyatakan bahwa proyek nasional Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro, telah menyetor pajak minyak dan gas bumi (Migas) tahun 2018 sebesar Rp 8,08 triliun. Oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, setoran pajak ini dianggap sebagai yang terbesar di lingkungan proyek Migas. 

    Baca juga: Sri Mulyani: Wajib Pajak Besar Sumbang 31 Persen dari Total Pajak

    Penghargaan penyumbang pajak Migas than 2018 disampaikan dalam ‘Apresiasi untuk Sahabat’ Cooperative Compliance Program yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta. Demikian release yang dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Jumat 26 April, 2019.

    Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Jamsaton Nababan mengatakan, sebagai sektor strategis nasional, kontribusi PT Pertamina EP Cepu dan jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat bermanfaat bagi pembangunan negara. Pertamina EP Cepu juga telah menyiapkan target kinerja untuk mendukung kemandirian energi dan menyambut diversifikasi energi strategis. Termasuk lewat proyek gas Jambaran Tiung Biru yang ditarget beroperasi tahun 2021. ”Mohon dukungan para pihak untuk tahun 2019,” ujar Jamsaton. 

    Jamsaton menambahkan, sebagai entitas bisnis, Pertamina EP Cepu senantiasa menjalankan komitmen sebagai wajib pajak. Sebagai wajib pajak, Pertamina EP Cepu patuh menunaikan kewajibannya membayar pajak tepat waktu serta berkoordinasi dengan KPP Migas.

     Sementara itu Peringkat Wajib Pajak dengan jumlah penerimaan pajak KPP Minyak dan Gas Bumi tahun 2018 adalah sebagai berikut: PT Pertamina EP Cepu (Rp. 8,08 triliun), PT Pertamina EP (Rp. 7,4 triliun), ExxonMobile (Rp 4,5 triliun), Chevron (Rp 4,3 triliun), Conoco Philips (Rp 4,1 triliun), Pertamina Hulu grup & PT Pertamina Hulu Energi (Rp 3,6 triliun), PT Pertamina Hulu Indonesia (Rp 3,5 triliun), British Petroleum (Rp 3,4 triliun), Talisman, dan Medco. Penerimaan pajak migas ini sangat berarti dalam pencapaian KPI KPP Migas tahun 2018 yang berhasil mencapai 98 persen dengan kategori hijau.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.