Pelecehan di Kereta Viral, Korban Banjir Dukungan dari Warganet

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Daerah Operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang Yosita (kanan) memberi bunga dan bingkisan kepada penumpang Kereta Api (KA) Argo Muria saat memperingati Hari Pelanggan Nasional 2018 di Stasiun Tawang, Semarang, Selasa, 4 September 2018. PT KAI Daop IV Semarang membagikan sekitar 10 ribu bingkisan kepada penumpang KA. ANTARA/Aji Styawan

    Kepala Daerah Operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang Yosita (kanan) memberi bunga dan bingkisan kepada penumpang Kereta Api (KA) Argo Muria saat memperingati Hari Pelanggan Nasional 2018 di Stasiun Tawang, Semarang, Selasa, 4 September 2018. PT KAI Daop IV Semarang membagikan sekitar 10 ribu bingkisan kepada penumpang KA. ANTARA/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban kasus pelecehan di kereta api (KA) Sembrani rute Jakarta-Surabaya menuai banyak dukungan dari warganet. Mereka menyampaikan dukungan tersebut dalam kolom komentar di akun twitter korban @xrybqby atau bernama Basya. Adapun peristiwa pelecehan itu terjadi pada Senin, 22 April 2019.

    Baca juga: Penyelesaian Proyek DDT, Kemenhub Terkendala Pembebasan Lahan

    Dukungan misalnya datang dari pemilik akun @serendipityod. Dalam komentarnya, ia mencoba memberi dukungan moril untuk menguatkan Basya. Ia juga mengapresiasi langkah Basya melawan tindakan terlarang itu. "Stay stong, Mba. Proud that you choose to fight back. Absolutely disgusted with assaulter, the securities, and their boss," tulis dia, Kamis, 25 April 2019.

    Selain itu, pemilik akun @marjoji1 juga menyatakan dukungannya pada Basya. Ia juga mendorong PT Kereta Api Indonesia untuk mengedukasi seluruh karyawannya terkait persoalan ini. "Semangat mba.. Tolong sekalian diedukasi semua pegawai KAI, termasuk bos-bosnya. Kalo enggak, bakal terus ada kejadian-kejadian kayak gini."

    Sementara itu akun @iqbal_pahlewii justru mempertanyakan langkah PT KAI yang dinilai kurang memberi tindakan terhadap pelaku pelecehan. Ia lantas membandingkannya dengan kasus orang merokok di kereta yang kerap cepat ditindaklanjuti. "@KAI121 kasus orang merokok di kereta aja langsung di tindak lanjuti. ini sudah jelas kasus sexual harassment cuman gitu aja tanggapannya? please open ur eyes, ur heart," tuturnya. 

    Adapun VP Public Relations KAI Edy Kuswoyo mengatakan kasus pelecehan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan antara korban dan pelaku. "Pelaku sudah meminta maaf dan keduanya sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan dan tidak akan memprosesnya lebih lanjut," kata Edy dalam keterangannya kepada Tempo, Kamis 25 April 2019.

    Edy mengatakan penyelesaian kasus ini telah disaksikan oleh kondektur dan Polsuska yang bertugas. Usai kejadian, pelaku akhirnya turun di Stasiun Cepu sekitar pukul 03.34 WIB. Atas kejadian ini, Edy menghimbau dan mengingatkan kepada para penumpang agar tetap waspada selama dalam perjalanan. Baik mengenai barang-barang bawaan serta perilaku penumpang di sekitar.

    Kasus pelecehan di kereta ini menjadi viral setelah akun bernama basya atau @xrybqby ini mengunggah kisahnya pada Selasa, 23 April 2019. Kisah @xrybqby  telah diretweet sebanyak 23 ribu, dibalas 788 akun dan disukai oleh 8.500 akun.

    Baca: PT KAI Siapkan 1.480 Petugas Tambahan untuk Angkutan Lebaran

    Dalam kronologi yang diunggah di utas tersebut, @xrybqby mengatakan kejadian pelecehan tersebut terjadi saat dirinya berada di kereta menuju Surabaya, Jawa Timur. Saat korban tidur, pelaku tiba-tiba memegang tangan korban. Setelah itu, pelaku bahkan berani menciumi tangan dan mengendus-endus tangan korban. Kejadian ini membuat korban tidak nyaman dan berusaha mengembalikan posisi pada semula.

    "Setelah kejadian ini saya kemudian pergi dan melaporkan kejadian ini kepada kondektur. Pelaku sempat akan kabur tapi karena kereta dalam keadaan berjalan dia tidak bisa lari," tulis @xrybqby dalam unggahannya.

    CAESAR AKBAR | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.