Pelecehan di Kereta Viral, KAI: Kedua Pihak Sepakat Damai

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • andung, Jawa Barat, Kamis (1/3/2018). PT KAI menambah perjalanan KA Argo Parahyangan dengan rangkaian baru tujuan Jakarta-Bandung (PP) sebanyak 22 perjalanan dengan kapasitas penumpang 400 tempat duduk per rangkaian. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    andung, Jawa Barat, Kamis (1/3/2018). PT KAI menambah perjalanan KA Argo Parahyangan dengan rangkaian baru tujuan Jakarta-Bandung (PP) sebanyak 22 perjalanan dengan kapasitas penumpang 400 tempat duduk per rangkaian. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berkomentar mengenai kasus pelecehan yang terjadi di kereta api (KA) Sembrani rute Jakarta-Surabaya pada Senin, 22 April 2019. VP Public Relations KAI Edy Kuswoyo mengatakan kasus pelecehan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan antara korban dan pelaku.

    Baca juga: Penyelesaian Proyek DDT, Kemenhub Terkendala Pembebasan Lahan

    "Pelaku sudah meminta maaf dan keduanya sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan dan tidak akan memprosesnya lebih lanjut," kata Edy dalam keterangannya kepada Tempo, Kamis 25 April 2019.

    Edy mengatakan penyelesaian kasus ini telah disaksikan oleh kondektur dan Polsuska yang bertugas. Usai kejadian, pelaku akhirnya turun di Stasiun Cepu sekitar pukul 03.34 WIB.

    Atas kejadian ini, Edy menghimbau dan mengingatkan kepada para penumpang agar tetap waspada selama dalam perjalanan. Baik mengenai barang-barang bawaan serta perilaku penumpang di sekitar.

    Kasus pelecehan di kereta ini menjadi viral setelah akun bernama basya atau @xrybqby ini mengunggah kisahnya pada Selasa, 23 April 2019. Kisah @xrybqby  telah diretweet sebanyak 23 ribu, dibalas 788 akun dan disukai oleh 8.500 akun.

    Dalam kronologi yang diunggah di utas tersebut, @xrybqby mengatakan kejadian pelecehan tersebut terjadi saat dirinya berada di kereta menuju Surabaya, Jawa Timur. Ia saat itu tengah tidur dan duduk bersebelahan dengan pelaku pelecehan seksual tersebut.

    Saat korban tidur, pelaku tiba-tiba memegang tangan korban. Setelah itu, pelaku bahkan berani menciumi tangan dan mengendus-endus tangan korban. Kejadian ini membuat korban tidak nyaman dan berusaha mengembalikan posisi pada semula.

    Baca: PT KAI Siapkan 1.480 Petugas Tambahan untuk Angkutan Lebaran

    Namun hal itu justru membuat pelaku justru menggosok-gosokan tangannya ke lengan dan perut korban. Tak sampai di situ, pelaku juga berupaya untuk memasukkan tangan korban untuk mengelus-elus kelamin pelaku.

    "Setelah kejadian ini saya kemudian pergi dan melaporkan kejadian ini kepada kondektur. Pelaku sempat akan kabur tapi karena kereta dalam keadaan berjalan dia tidak bisa lari," tulis @xrybqby dalam unggahannya.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.