Kepala Bappenas: Penurunan Kemiskinan Tetap Jadi Prioritas Utama

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan penurunan kemiskinan tetap menjadi prioritas yang akan dilakukan oleh pemerintah. Menurut dia, dibutuhkan sumber daya yang besar untuk mengurangi kemiskinan, apalagi ketika sudah di bawah 10 persen.

    BACA: Ekonomi Tumbuh 5,17 Persen, BPS Sebut Ditopang Konsumsi

    "Upaya kita untuk mengurangi kemiskinan itu menjadi semakin besar ketika angka kemiskinan sudah rendah. Jadi harus berhadap langsung dengan kelompok masyarakat yang ada di kalangan extreme poverty, yaitu yang hidup terisolasi, misal di kepulauan dan pedalaman," kata Bambang di kantornya, Jakarta, Kamis, 25 April 2019.

    Bambang mengatakan, sudah ada beberapa solusi yang dipilih untuk mengurangi kemiskinan. Yang paling utama, kata dia, untuk kelompok kemiskinan kronis 80 persen di bawah garis kemiskinan, pemerintah berfokus pada bantuan sosial tepat sasaran.

    Bantuan itu, kata Bambang, seperti Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non-Tunai yang nanti jadi Kartu Sembako Murah, kemudian Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. "Itu semua untuk mengangkat yang paling bawah," ujar dia.

    Bambang menambahkan, harus terus ada penciptaan lapangan kerja untuk mereka dan pengembangan UMKM. Jadi, ketiga hal tersebut itu adalah kunci utama untuk memperbaiki 20 persen kelas ekonomi terbawah tersebut.Ketiga upaya itu, kata Bambang, juga berpotensi mengangkat mereka ke kelompok yang lebih baik.

    Selain ketiga hal tersebut, Bambang menambahkan, masih ada Program Dana Desa. Program dana desa itu dinilainya sangat efektif, karena kemiskinan tertinggi masih di pedesaan, terutama petani dan nelayan.

    Sehingga, dengan dana desa itu, menurut Bambang, ada perbaikan akses layanan dasar di daerah pedesaan, yang ujungnya bisa mengurangi kemiskinan di pedesaan. "Dan utamanya mengurangi kemiskinan secara total," kata dia.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa