Muhamad Ali, Bankir yang Gantikan Sofyan Basir Jadi Plt Dirut PLN

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di depan rumah Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sepi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    Suasana di depan rumah Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sepi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero) Muhamad Ali ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirut PLN menggantikan Sofyan Basir, yang kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

    Baca: Selain Sofyan Basir, Ini Dirut PLN Lainnya yang Terjerat Korupsi

    Pria kelahiran Purworejo pada 1961 ini merupakan lulusan Sarjana Hukum Perdata dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menamatkan studinya pada 1987.

    Sebelum menempati salah satu posisi direksi PLN beberapa waktu lalu, Ali mengawali karir di BUMN sebagai manager loan officer di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia mulai berkarir di BRI sejak 1998.

    Menurut data profil direksi PLN, Ali kemudian sempat beberapa kali menjadi pimpinan cabang kantor cabang BRI di beberapa daerah. Dia juga pernah menjabar sebagai kepala divisi sekretariat perusahaan kantor pusat BRI pada 2010. Terakhir dia menjabat sebagai koordinator bisnis ritel BRI sampai dengan 2015.

    Pada Oktober 2015, ia kemudian diangkat sebagai salah satu direktur PLN dan selanjutnya diangkat sebagai direktur human capital management PLN sejak 24 Juli 2017.

    Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro telah mengonfirmasi perihal penunjukkan Muhamad Ali sebagai Plt Dirut PLN.

    "Betul, Dewan Komisaris memutuskan Muhamad Ali menjadi Plt Dirut PLN. Kami tinggal menunggu surat resmi dari Dewan Komisaris hari ini (Kamis)," kata Imam Apriyanto kepada Antara, Kamis, 25 April 2019.

    Menurut dia, penetapan Plt Dirut PLN, selain karena Sofyan Basir menjadi tersangka, juga untuk memastikan operasional perusahaan berjalan seperti biasa.

    Pada Selasa, 23 April 2019, KPK resmi menjadikan Sofyan Basir sebagai tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.