Ada Pelecehan Seksual di Kereta Api, Korban Akan Temui PT KAI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan yang merupakan penumpang kereta api PT KAI jurusan Jakarta – Surabaya mengalami peristiwa pelecehan seksual di dalam gerbong. Kejadian itu dilaporkan korban berinisial BSY melalui akun media sosial Twitter-nya, @xrybqby pada Rabu, 24 April 2019. 

    Baca: PT KAI Siapkan 1.480 Petugas Tambahan untuk Angkutan Lebaran

    “Kemarin, di kereta, dia (pelaku) benar-benar berani melakukan kekerasan seksual pada saya. Namanya adalah Ahmad Riyanto,” tulis BSY. Ia juga menyertakan foto bergambar pelaku bernama Ahmad dalam cuitannya di Twitter. 

    Selanjutnya, BSY bercerita, kejadian yang menimpanya terjadi pada 23 April lalu. Di dalam kereta, BSY sebangku dengan Ahmad. Kebetulan, Ahmad adalah anak buah ayah BSY.

    Mula-mula, keduanya hanya terlibat obrolan biasa. Namun, menjelang dinihari, BSY merasa Ahmad telah bertindak tak senonoh. Lantaran takut, semula BSY hanya merapatkan selimut. Namun, ketika tindakan sudah melampaui batas, korban berdiri dan melapor kepada petugas.

    BSY mengaku tak memperoleh respons yang terlalu menyenangkan dari petugas. Menurut dia, petuga menganggap kejadian itu wajar terjadi. “Ah, biasalah mbak. Mbaknya terlihat seperti anak karaokean,” tulisnya. 

    Lebih jauh BSY juga menyebut pelaku memintanya berdamai. Pelaku juga telah mengakui perbuatannya sejak kejadian itu terungkap. Dalam Twitter-nya, BSY mengatakan bakal segera menggelar pertemuan dengan PT KAI, kendati ia telah bertemu dengan Vice President Public Relation PT KAI Edy Kuswoyo.

    Ketika dikonfirmasi soal kejadian itu, Edy mengatakan kedua pihak telah menyepakati perdamaian. Selain itu, menurut dia, petugas KAI yang bertindak sebagai mediator telah melaksanakan tugas sesuai standar operasional.

    “Kan mereka sudah saling memaafkan kedua pihak. Kami tidak bisa memberikan sanksi. Itu selanjutnya keputusan korban dengan pelaku. Korban yang melaporkan (ke pihak berwenang bila masih keberatan),” ujarnya saat dihubungi Tempo pada Rabu malam, 24 April 2019.

    Edy mengimbau penumpang KAI untuk berhati-hati terhadap orang asing yang tak dikenal agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga mengimbau penumpang tak menunjukkan barang-barang berharga yang dapat memicu tindak kriminal.

    Hingga kini cuitan itu berkembang viral dan menuai 751 komentar. Selain itu cuitan tersebut disukai oleh 7.900 orang dan di-retweet hingga 22 ribu kali. 

    Baca: PT KAI Siapkan 2.500 Kursi untuk Mudik Gratis

    Salah satu netizen yang berkomentar adalah Kemal yang meminta PT KAI menyediakan gerbong khusus wanita. "Dengan kasus seperti ini, @KAI121 harus mempertimbangkan adanya gerbong khusus wanita. Karena banyak pengguna wanita yg berangkat sendiri dan akan ada ketakutan saat mereka tertidur," ujarnya seperti dicuitkan melalui akun Twitter @kemal_81, Rabu malam, 24 April 2019.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.