Kemendes PDTT Bantu Pemberdayaan Perempuan Desa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisuda Akademia Paradigta Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat ke-3, Rabu 24 April 2019. Kemendes PDTT melalui dana desa membiayai perempuan desa belajar di Akademi Paradigta.

    Wisuda Akademia Paradigta Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat ke-3, Rabu 24 April 2019. Kemendes PDTT melalui dana desa membiayai perempuan desa belajar di Akademi Paradigta.

    INFO BISNIS -- Pemberdayaan perempuan terus digenjot hingga ke lini masyarakat desa. Hal ini penting, karena perempuan berperan dalam peningkatan sumber daya dan pemberdayaan ekonomi di desa. Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yakni bekerja sama dengan pemerintah daerah di Kabupaten Kubu Raya dan Yayasan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) melalui Akademi Paradigta.
     
    Melalui kerja sama ini, sejumlah perempuan dari desa-desa di Kubu Raya dapat mengenyam pendidikan di Akademi Paradigta dengan dibiayai sepenuhnya dari dana desa.
     
    Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat dari Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDTT Ibrahim mengatakan bahwa Kemendes PDTT turut mendukung kegiatan Yayasan Pekka dan Pemerintah Daerah Kubu Raya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat desa, karena sejalan dengan Permendes PDTT no.16 tahun 2018, tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2019. Yakni, untuk membiayai program dan kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat desa di antaranya peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan kapasitas di desa, dan pengembangan ketahanan masyarakat desa.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola desa sehingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat terwujud dengan cepat dan transparan. 

     
    "Mari kita gunakan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat desa dan terbangunnya strategi advokasi kebijakan dan anggaran desa dan daerah untuk memastikan terpenuhinya pelayanan dasar yang berkualitas di desa," ujar Ibrahim, di hadapan 336 Wisudawan dalam acara Wisuda Akademia Paradigta Kabupaten Kubu Raya ke-3 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 24 April 2019. 
     
    Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi pola pemberdayaan perempuan melalui Akademi Paradigta, ia mengajak para alumni Paradigta, Mentor, dan Akademisi untuk fokus pada masalah nyata yang ada di tengah masyarakat. Bupati mencontohkan tingginya angka stunting belakangan ini yang harus dihadapi. Ia menyebutkan pada 2017 di Kubu Raya terdapat 26,7 persen dari 7.206 kelahiran yang harus dikawal bersama.
     
    "Ini masalah yang luar biasa mengancam generasi. Bukan hanya badan tapi otak tak bisa berkembang, dikhawatirkan melahirkan generasi yang tidak cerdas," ujarnya. 
     
    Selain itu, perlunya pengembangan usaha salah satunya dengan memperkuat UMKM, penguatan pangan untuk peningkatan gizi.
     
    "Kalau ibu-ibu sudah jadi alumni, dampak ibu-ibu bisa diukur jika bisa mengkaderkan kepada yang lainnya. Harapannya, ibu-ibu yang tidak paham dan sulit informasi bisa menambah wawasan dan mudah akses informasi sehingga bisa mengembangkan dirinya.
    Selain itu, ia berharap, ibu-ibu alumni bersama dengan PEKKA diharapkan bisa menjadi ahli dibidangnya seperti fokus pada posyandu, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain," katanya.
     
    Salah satu masyarakat penerima manfaat dari program Akademi Paradigta yaitu Karmani mengisahkan, bahwa perjalanan hidupnya sempat tak berdaya setelah suaminya meninggal dan harus berjuang sendiri menghidupi kedua anaknya sebagai buruh tani. Dirinya yang memiliki kekurangan secara fisik sempat membuatnya takut. Namun semua itu ia tepis, hingga satu waktu dirinya memutuskan untuk ikut Akademi Paradigta yang memiliki banyak jalan menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat.
     
    "Perempuan yang berkarya adalah yang bermanfaat bagi masyarakat yang memerlukan bantuan," ujarnya.
     
    Akademi Paradigta ini bertujuan untuk membentuk kepemimpinan perempuan di tingkat desa, dan meningkatkan peran perempuan. Dalam Akademi Paradigta para peserta diberikan pelatihan selama satu tahun mengenai materi advokasi/paralegal, belajar APBDes, dan Musdes.
     
    Dampak atau perubahan di antaranya adanya partisipasi, kontrol masyarakat terhadap anggaran desa, dana PAUD meningkat atas usulan ibu-ibu yang jadi berani bicara, menolong identitas hukum masyarakat, bahkan beberapa ada yang mencalonkan diri jadi BPD, caleg, Kades, dan Kader Desa. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.