Garuda Indonesia Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang teknisi bersiap-siap melakukan pengecekan pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan satu unit Boeing 737 Max 8 untuk rute Jakarta - Hong Kong, Jakarta - Singapura, dan Jakarta - Surabaya. REUTERS/Willy Kurniawan

    Seorang teknisi bersiap-siap melakukan pengecekan pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan satu unit Boeing 737 Max 8 untuk rute Jakarta - Hong Kong, Jakarta - Singapura, dan Jakarta - Surabaya. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Garuda Indonesia merombak jajaran direksi dan struktur komisaris dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) hari ini, Rabu, 24 April 2019. Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan terjadi perampingan komisaris yang semula berjumlah tujuh menjadi lima orang. “Komisarisnya perlu dioptimalkan,” ujar Gatot seusai RUPST di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

    Baca: Kuartal I, Garuda Bukukan Laba Bersih USD 19,7 Juta

    Saat ini susunan komisaris terdiri atas satu orang komisaris utama, tiga orang komisaris independen, dan satu orang menjabat sebagai dewan komisaris. Adapun komisaris utama, yang sebelumnya dijabat oleh Agus Santoso, kini disi oleh Sahala Lumban Gaol.

    Garuda Indonesia memberhentikan tiga komisaris yakni Muzaffar Ismail, Dony Oskaria dan Luky Alfirman. Dony Oskaria merupakan perwakilan dari PT Trans Airways. Saat dikonfirmasi, Dony mengatakan masa jabatannya telah habis. “Kan sudah 5 tahun,” ucapnya.

    Dengan keluarnya tiga komisaris lama, Garuda mengangkat dua komisaris baru, yakni Sahala dan Eddy Porwanto Poo. Selain merombak komisaris, maskapai pelat merah juga mengubah struktur direksi. Dalam RUPST, Garuda memberhentikan dua direkturnya yakni I Wayan Susena sebagai Direktur Teknik dan Nicodemus Panarung Lampe sebagai Direktur Layanan.

    Pos direktur teknik dan direktur layanan Garuda Indonesia pun saat ini dimerger, yakni menjadi direktur teknik dan layanan. Posisi ini kini dijabat oleh Iwan Joeniarto. Sementara itu, tak terjadi perubahan untuk jabatan lain, seperti di pos direktur utama hingga direktur keuangan dan manajemen risiko.

    Berikut ini jajaran komisaris dan direksi baru Garuda Indonesia.

    Jajaran Direksi:

    • Direktur Utama : I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
    • Direktur Operasi : Capt Bambang Adisurya Angkasa
    • Direktur Teknik & Layanan : Iwan Joeniarto
    • Direktur Human Capital : Heri Akhyar
    • Direktur Niaga : Pikri Ilham Kurniansyah
    • Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Mohammad Iqbal
    • Direktur Keuangan & Manajemen Resiko : Fuad Rizal

     

    Jajaran Komisaris:

    • Komisaris Utama : Sahala Lumban Gaol
    • Komisaris Independen : Herbert Timbo P. Siahaan
    • Komisaris Independen : Insmerda Lebang
    • Komisaris Independen : Eddy Porwanto Poo
    • Komisaris : Chairal Tanjung

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?