BKPM: Suasana Hati Investor Bahagia Usai Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kanan) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (tengah) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memberikan paparan dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk 'Investasi Unicorn untuk Siapa?' di Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019. FMB 9 ini membahas potret e-commerce dan start-up Indonesia di masa depan. Sejalan dengan hal tersebut pemerintah juga berusaha untuk menarik dan memfasilitasi para investor. TEMPO/Tony Hartawan

    (dari kanan) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (tengah) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memberikan paparan dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk 'Investasi Unicorn untuk Siapa?' di Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019. FMB 9 ini membahas potret e-commerce dan start-up Indonesia di masa depan. Sejalan dengan hal tersebut pemerintah juga berusaha untuk menarik dan memfasilitasi para investor. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Fasilitas Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Indra Darmawan mengatakan para investor cenderung memiliki suasana hati atau mood yang bahagia setelah pemilu 2019. Apalagi pemilu yang digelar pada 17 April 2019 bisa terlaksana dengan lancar dan aman.

    Baca juga: Wiranto Sebut KPU Harus Dikawal Agar Bebas Intervensi

    "Untuk saat ini investor mood-nya cukup happy, jadi sudah ada trust dan trust jadi keputusan investasi," kata Indra dalam acara Danareksa Economics and Investment Outlook 2019 di Ritz Charlton, Jakarta Selatan, Rabu 24 April 2019.

    Akan tetapi, kata Indra, para investor juga masih menunggu hasil real count penghitungan hasil pemilihan presiden atau pilpres yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

    Indra mengatakan, BKPM sebelumnya telah memberikan masukan mengenai empat hal yang perlu diperhatikan bagi investor dalam kondisi tahun politik. Pertama para investor diminta oleh BKPM untuk bisa memetakan arah kebijakan masing-masing kandidat.

    "Kami sampaikan bahwa Anda harus sudah punya posisi ketika satu menang Anda harus di mana dan, ketika yang lainya menang Anda harus ke mana," kata Indra.

    Karena itu, investor harus mampu memahami dua kemungkinan kebijakan yang muncul dan berdampak pada ekonomi nasional. Ini lah strategi yang bisa dilakukan oleh investor, sebab keinginan untuk mendapat untung inilah yang dikejar oleh para investor.

    "Agamanya profit jadi jadi harus bisa main di dua kaki dan harus tahu posisi. Setelah pemilihan juga harus ada strategi dengan melihat kondisi ekonomi makro," ujar dia.

    Kemudian yang kedua adalah memperhatikan kondisi ekonomi makro termasuk pertumbuhan ekonomi global. Sebab sedikit banyak hal ini mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia yang banyak bergantung pada perdagangan dengan negara yang ekonominya tengah melambat seperti Cina dan Amerika Serikat.

    Selanjutnya, investor juga harus memperhatikan kondisi nilai tukar rupiah. Perhatian terhadap nilai tukar juga harus dibarengi untuk melihat pergerakan tingkat suku bunga dan menguatnya beberapa indeks seperti Dow Jones dan juga S&P 500 yang ternyata menguat sehingga membuat aliran investasi lebih banyak mengali ke sana.

    Terakhir, investor juga telah diminta untuk memperhatikan kondisi utang pemerintah dan utang swasta. Misalnya utang yang ditarik untuk pembangunan infrastruktur. Utang untuk pembangunan ini harus bisa melakukan monetisasi lewat pembangunan lain yang ikut membantu pertumbuhan ekonomi.

    Baca berita pemilu 2019 lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Suara Jokowi - Ma'ruf dan Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum mencatat pasangan Jokowi - Ma'ruf menang di 21 provinsi, sedangkan Prabowo - Sandiaga unggul di 13 provinsi saat Pilpres 2019.