Pemilu Usai, Kadin Desak Ada Rekonsiliasi Nasional

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

    Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan pengusaha mendesak agar ada terjadi rekonsiliasi nasional usai digelarnya pemilu baru-baru ini. Terlebih pemilu serentak 2019 telah berlangsung aman, tertib, lancar dan damai.

    Baca: Pemilu Damai, Ini Hal Positif yang Dirasakan Dunia Usaha

    Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani agar semua kalangan masyarakat termasuk para pengusaha untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan ini khususnya dalam memelihara perdamaian sebagai prasyarat untuk menjamin kelancaran pembangunan ekonomi bangsa dan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah penantian atas hasil resmi penghitungan suara oleh KPU.  

    "Kita harus bersyukur, menyambut gembira dengan diselenggarakannya pemilu kali ini. Kami pun mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaannya," ujarnya dalam sambutan acara Merajut Kebersamaan untuk Indonesia Damai di Djakarta Theater, Selasa malam, 23 April 2019. 

    Dalam acara itu, Kadin Indonesia mengumpulkan para pengusaha nasional, termasuk mereka yang aktif mendukung dua kubu yang berkompetisi di Pilpres 2019 untuk berekonsiliasi. Acara ini diharapkan turut menjaga perdamaian dan kondisi perekonomian di Tanah Air.

    Rosan menjelaskan, Kadin Indonesia yang telah berdiri selama 51 tahun, lanjutnya, akan menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugasnya sebagai pengusaha untuk mendukung roda perekonomian. Kadin juga harus bijak untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta memelihara perdamaian. 

    Kadin, kata Rosan, akan terus berupaya dan berkarya serta bersinergi dengan Pemerintah Republik Indonesia yang terpilih secara resmi oleh rakyat, dari mana pun latar belakangnya dan apa pun partai politiknya, sebagai mitra terpercaya. "Kami akan terus bekerja sama erat dengan pemerintah dalam membangun lingkungan bisnis yang kondusif," tuturnya. 

    Oleh karena itu Rosan mengajak semua kalangan, khususnya para pelaku usaha untuk ikut menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan bangsa untuk menghadapi semua tantangan baik dari dalam maupun dari luar. "Kemarin, pilihan kita boleh beda, tetapi hari ini kita harus tinggalkan perbedaan dan meningkatkan kebersamaan. Bagaimana pun persatuan membangun bangsa harus diutamakan," ucap Rosan.

    Dalam acara ini terpantau hadir pengusaha yang berada di kubu 01 yaitu Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia yang menjabat Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-ma'ruf Amin. Lalu Erick Thohir yang juga merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma' ruf Amin.

    Baca: Jokowi Yakinkan Investor, Indonesia Aman Pasca Pemilu 2019

    Lalu dari kubu 02 hadir Erwin Aksa yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Hadir pula Dewan Kehormatan Kadin Indonesia Aburizal Bakrie. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?