Sofyan Basir Jadi Tersangka Korupsi, PLN Jamin Pelayanan Tak Terganggu

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut PT PLN Sofyan Basir duduk di ruang tunggu setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. KPK telah menyita sejumlah catatan dan dokumen yang berkaitan dengan proyek PLTU Riau-I di kantor dan rumah Sofyan. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Dirut PT PLN Sofyan Basir duduk di ruang tunggu setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018. KPK telah menyita sejumlah catatan dan dokumen yang berkaitan dengan proyek PLTU Riau-I di kantor dan rumah Sofyan. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan Listrik Negara alias PLN menjamin perseroan akan bersikap profesional pasca-direktur utama mereka, Sofyan Basir, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Senior Vice President Hukum Korporat PLN Dedeng Hidayat mengatakan peristiwa itu tidak bakal mengganggu sistem pelayanan perusahaan.

    Baca juga: Kata Kementerian BUMN Soal Penetapan Tersangka Sofyan Basir

    “Dengan adanya kasus ini, PLN menjamin bahwa pelayanan terhadap masyarakat akan berjalan sebagaimana mestinya,” ucap Dedeng dalam keterangan tertulisnya pada Selasa petang, 23 April 2019.

    Dedeng mengatakan, saat ini, jajaran pemimpin perusahaan setrum negara tersebut akan mengedepankan sikap kooperatif. Artinya, bila lembaga anti-rasuah membutuhkan perseroan dalam proses penyelesaian dugaan kasus hukum, PLN siap membantu.

    Selain itu, Dedeng memastikan PLN akan menghormati proses hukum yang melibatkan pimpinannya tersebut.  “Kami menyerahkan seluruh proses hukum kepada KPK yang akan bertindak secara profesional dan proporsional,” ucapnya, mengimubuhkan. Kendati demikian, ia mengatakan PLN tetap tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

    Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK hari ini. Lembaga anti-rasuah itu menduga Sofyan turut membantu Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani menerima suap dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo. Perkara ini berkaitan dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1.

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, orang pertama di perusahaan pelat merah yang berkecimpung di bidang listrik ini disinyalir menerima hadiah yang sama besar dengan yang diterima Eni Saragih. “SFB diduga mendapatkan janji atau hadiah yang sama besar dengan jatah Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham," kata Saut di kantor KPK.

    Terkait penetapan tersangka tersebut, pengacara Sofyan Basir, Soesilo Aribowo mengatakan kliennya bakal kooperatif dengan proses hukum di KPK. Namun dengan syarat, proses hukum itu harus jelas dan terang.

    ROSSENO AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.