Sri Mulyani: KSSK Belum Bahas Holding Perbankan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar dialog dengan para 'Kartini

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar dialog dengan para 'Kartini" atau pegawai perempuan di Kementerian Keuangan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Sejumlah foto terkait diunggah di laman instagram resminya @smindrawati, Ahad, 21 April 2019. instagram.com/smindrawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga saat ini belum membahas mengenai holding Badan Usaha Milik Negara sektor perbankan.

    Baca juga: Siap-siap, Sri Mulyani Beri Sinyal Iuran BPJS Kesehatan Naik

    "KSSK tidak dan belum membahas holding bank BUMN," kata Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Selasa malam, 23 April 2019.

    Menurut dia, KSSK secara umum akan terus memantau seluruh faktor yang akan mengganggu sektor keuangan. "Kami tetap memantau faktor apa saja yang mempengaruhi dan mengganggu sektor keuangan dan itu terus kita waspadai," ujarnya.

    Sebelumnya, Kementerian BUMN tengah menggodok holding BUMN sektor perbankan. Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan kementerian menargetkan holding perbankan bisa rampung tahun ini.

    "Insya Allah tahun ini bisa rampung di semester I. Saat ini kami sedang revisi lagi," kata Gatot di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019.

    Gatot menjelaskan saat ini Kementerian tengah memperbaiki atau merevisi mengenai kajian pembentukan holding perbankan tersebut. Hal ini dilakukan setelah Kementrian BUMN menerima hasil perbaikan dan masukan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK.

    Gatot tak menjelaskan lebih lanjut revisi mengenai apa yang tengah dilakukan oleh Kementerian. Menurut Gatot, revisi tersebut dibutuhkan supaya rencana pembentukan menjadi lebih realistis dan bisa tercapai quick win masing-masing pihak.

    "Ya quick win-nya kan, soal efisiensi. Itu hal yang biasa kalau holding. Jadi holding pasti ada efisiensi dan kita bisa seperti yang kami lakukan bersama ATM Link itu kan sudah efisiensi bagus," kata Gatot.

    Gatot melanjutkan, Kementerian bakal menata ulang holding tersebut baik yang berasal dari perbankan maupun non bank. Empat bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BTN dan BRI. Adapun non bank adalah PT Pemodalan Nasional Madani, PT Pegadaian, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia dan PT Jalin Pembayaran Nusantara.

    Baca berita Sri Mulyani lainnya di Tempo.co

    DIAS PRASONGKO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.