Jokowi Berharap Pertumbuhan Ekonomi pada 2020 Capai 5,6 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi ucapan selamat pada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati disela mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 12 Februari 2018. Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi ucapan selamat pada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati disela mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 12 Februari 2018. Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap pertumbuhan ekonomi pada 2020 bisa mencapai 5,6 persen.

    Baca juga: Susun RAPBN 2020, Jokowi Minta APBN 2017 Jadi Acuan

    "Untuk awal ini kita berasumsi pertumbuhan ekonomi akan berkisar 5,3-5,6 persen. Presiden berharap kita bisa pacu sampai 5,6 persen," kata Sri Mulyani usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 23 April 2019.

    Angka sebesar 5,6 persen tersebut lebih tinggi 0,43 persen jika dibandingkan pencapaian sepanjang 2018. Dengan target di kisaran 5,3-5,6 persen tersebut, Sri Mulyani mengatakan mesin pertumbuhan ekonomi akan bertumpu pada konsumsi sekitar 5,2 persen. Kemudian investasi diharapkan bertumbuh mendekati 7,5 persen, ssementara ekspor tetap memiliki momentum tumbuh di sekitar 7 persen, dan impor tetap dijaga di kisaran 6 persen.

    "Untuk suplainya masih kita lihat lagi dari sisi produktivitas masing-masing sektor apakah pertanian, terutama manufaktur yang selama ini kita harapkan untuk bisa tumbuh di atas yang selama ini hanya 4-5 persen, kita harapkan bisa lebih tinggi," ucapnya.

    Jokowi, kata Sri Mulyani, juga berharap inflasi tetap terjaga di kisaran 2-4 persen pada tahun depan. Adapun suku bunga pada 2020 diperkirakan berada di rentang 5-5,3 persen.

    Sedangkan dari sisi nilai tukar, Sri Mulyani mengatakan masih bervariasi karena Kementerian Keuangan menggunakan asumsi sebesar Rp 15 ribu. "Tapi sekarang sudah (Rp) 14 ribu, jadi kita akan menggunakan range yang masih lebar," katanya.

    Dalam hal penerimaan negara dari sektor minyak dan gas, pemerintah menargetkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) pada 2020 di kisaran US$ 60-70 per barel. Sedangkan untuk lifting minyak dan gas, Sri Mulyani mengatakan target pemerintah setara dengan yang diproduksi selama ini.

    Baca berita Jokowi lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.