Laku Keras, Penjualan Surat Utang SBR 006 Tembus Rp 2,2 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat penjualan surat utang saving bonds retail atau SBR seri keenam (SBR006) telah melebihi target yang ditetapkan. Jika semula diperkirakan terjual Rp 2 triliun, namun hingga akhir masa penutupan penjualan, transaksi surat utang itu mencapai Rp 2,2 triliun.

    Baca: Bank Mandiri Terbitkan Surat Utang Terbesar USD 750 Juta

    “Total investor SBR006 sebanyak 9.520 orang,” berikut laporan Kementerian Keuangan di laman resminya, Senin, 22 April 2019.

    Sebanyak 65,34 persen dari total investor SBR 006 merupakan investor baru. Dari total investor itu pula,  setengahnya, yakni 52,41 persen, merupakan kelompok milenial. Adapun 67,02 persen investor menginvestasikan duitnya sebnayak Rp 1 hingga 100 juta.

    Kemenkeu mencatat, konsumen surat utang SBR 006 rata-rata merupkan konsumen yang pernah menginvestasikan uangnya di saving bonds retail seri sebelumnya. “ Sebesar 3.300 investor (adalah memesan kembali SBR) sejak instrumen ini dijual secara online,” tulis Kemenkeu.

    SBR yang dijual melalui mitra distribusi fintech juga mencetak hasil positif. Sebab, terjadi peningkatan pembelian melalui mitra sebesar 22,20 persen dibanding pembelian SBR seri sebelumnya.

    SBR 006 telah ditawarkan mulai 1 hingga 16 April 2019. Dalam peluncuran SBR 006 pada 1 April lalu, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan, Loto S Ginting, mengatakan instrumen investasi ini ditawarkan dengan besaran Rp 1 juta. Instrumen investasi pembiayaan surat utang ini dijamin oleh negara karena pembiayaannya berasal dari pemerintah.  

    Untuk SBR 006, Kemenkeu menetapkan nilai kupon mengambang atau floating with floor sebesar 7,95 persen. Kupon mengambang berarti besaran kupon SBR bakal disesuaikan dengan perubahan BI 7 Day Reverse Repo Rate setiap 3 bulan ditambah fixed spread 195 bps yang berlaku saat peluncuran.

    Baca: Lelang 6 Sukuk Negara, Kemenkeu Serap Rp 6,06 Triliun

    Sementara itu, kupon minimal merupakan tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon minimal yang berlaku sampai jatuh tempo. Adapun surat utang SBR006 akan jatuh tempo pada 10 April 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.