Usai Diakuisisi BCA, Bank Royal Akan Fokus pada Segmen Tertentu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank BCA. wikipedia.org

    Logo Bank BCA. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA memastikan tidak akan menggabungkan atau melakukan merger terhadap PT Bank Royal Indonesia seusai proses akuisisi rampung. Bank Royal akan dijadikan sebagai satu entitas anak usaha baru yang fokus pada layanan perbankan atau segmen tertentu.

    Baca: 2018, Laba Bersih BCA Naik 10,9 Persen

    “Melalui entitas yang terpisah, yang dapat menawarkan diferensiasi atas suatu produk dan layanan perbankan secara jelas,” kata Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra, seperti dikutip dari keterbukaan informasi BCA ke Bursa Efek Indonesia, Senin, 22 April 2019.

    Dalam keterbukaan informasi itu dijelaskan PT Bank Central Asia Tbk. dan anak usahanya PT BCA Finance telah membeli seluruh saham PT Bank Royal Indonesia dari PT Royalindo Investa Wijaya, pada tanggal 16 April 2019.

    Berdasarkan perjanjian, BCA akan membeli 2,87 juta saham atau mewakili seluruh modal yang telah ditempatkan atau disetor oleh pemilik Bank Royal sebelumnya. Nilai maksimum dalam transaksi ini sebesar Rp 1,007 triliun.

    Penyelesaian rencana transaksi akan tunduk pada persyaratan pendahuluan sebagaimana disepakati kedua pihak. Termasuk juga di antaranya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas aksi korporasi tersebut.

    Sebelumnya Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja mengatakan bahwa keputusan untuk tidak menggabungkan Bank Royal dengan induk merupakan saran dari OJK. Pasalnya, deposan bank kecil lazimnya meminta suku bunga tinggi, dan hal sebaliknya untuk kredit.

    Baca: RUPST BCA Putuskan Ubah Susunan Direksi

    Hal tersebut kontras dengan karakter deposan dan debitur bank besar. Rencananya BCA sebagai bank umum kelompok usaha (BUKU) I ini akan memiliki fokus pada bisnis wealth management atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.