Tarif Taksi Listrik yang Diluncurkan Blue Bird

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Bluebird Adrianto Djokosoetono meninjau lokasi pengisian bahan bakar listrik untuk taksi listrik Bluebird di kantor Bluebird, Jalan Mampang, Jakarta Pusat, Senin, 22 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Bluebird Adrianto Djokosoetono meninjau lokasi pengisian bahan bakar listrik untuk taksi listrik Bluebird di kantor Bluebird, Jalan Mampang, Jakarta Pusat, Senin, 22 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta -  Blue Bird Group meluncurkan armada taksi dengan teknologi mobil listrik untuk layanan taksi reguler Bluebird dan taksi premium Silverbird. Adapun armada itu akan menggunakan mobil bermerek BYD e6 A/T dan Tesla Model X 75d A/T. Layanan ini akan tersedia mulai Mei 2019.

    Baca juga: Dua Mobil Ini Akan Jadi Armada Taksi Listrik Blue Bird

    Direktur Bluebird Adrianto Djokosoetono mengatakan tarif yang dipatok untuk layanan mobil listrik ini masih sama seperti layanan taksi berbahan bakar bensin. "Tetap sama dengan yang lainnya," ujar dia di Kantor Pusat Bluebird, Jakarta, Senin, 22 April 2019.

    Adapun tarif taksi untuk layanan reguler adalah Rp 4.100 per kilometer, ditambah dengan tarif buka pintu Rp 6.500. Sementara, untuk layanan taksi eksekutif dipatok tarif buka pintu berkisar Rp 13.000-17.000, ditambah Rp 7.000-9.000 per kilometer.

    Adrianto mengatakan perseroan masih belum bisa menurunkan tarif untuk angkutan berbahan bakar listrik itu. Kendati, tarif isi ulang listrik sejatinya lebih murah ketimbang dengan bensin. Sebabnya, saat ini harga mobil listrik terlampau lebih tinggi ketimbang bensin. 

    "Selain itu, kami juga mesti berinvestasi untuk stasiun isi ulang, di samping membeli mobil," ujar Adrianto.

    Saat ini, sarana isi ulang mobil listrik memang belum banyak. Hal tersebut berbeda dengan mobil bensin yang mudah menemui stasiun pengisian bahan bakar umum alias SPBU.

    Saat ini, Blue Bird telah menyediakan pos-pos pengisian bahan bakar di kantor pusatnya yang berada di Mampang. Blue Bird menyediakan teknologi pengecasan cepat atau fast charging dengan daya 40 kV per 25 menit. 

    Adrianto mengatakan duit yang telah digelontorkan perseroan untuk memulai ujicoba armada bertenaga listrik ini adalah senilai Rp 40 miliar untuk pengadaan mobil dan infrastruktur pendukungnya. "Untuk tahap pertama, Blue Bird mendatangkan 30 unit taksi," ujar Andrianto.

    Hingga 2020, Blue Bird berencana mendatangkan 200 mobil listrik. Dengan jumlah ini, perusahaan meyakini akan menghilangkan 434,095 kilogram emisi CO2 dan konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter. Setelah itu, perseroan akan mendatangkan 2.000 unit hingga 2025. 

    Pengadaan taksi listrik bertujuan untuk mengupayakan pelestarian lingkungan dengan mengurangi emisi dari bahan bakar minyak atau BBM. Taksi listrik Blue Bird juga didapuk mendukung program pemerintah dalam menekan emisi gas buang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.