Terkait Holding BUMN Penerbangan, Pertamina Akan Beli Airbus A400

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Negara BUMN Rini Soemarno (kiri) didampingi Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo (kanan) menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pengoperasian dan Pemeliharaan Automated People Mover System (APMS) yang dilakukan oleh Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin (kedua kanan) dengan Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin (kedua kiri) di Nusa Dua, Bali, Kamis 11 Oktober 2018.

    Menteri Negara BUMN Rini Soemarno (kiri) didampingi Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo (kanan) menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pengoperasian dan Pemeliharaan Automated People Mover System (APMS) yang dilakukan oleh Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin (kedua kanan) dengan Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin (kedua kiri) di Nusa Dua, Bali, Kamis 11 Oktober 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menyatakan bahwa PT Pertamina (Persero) bakal membeli pesawat kargo Airbus A400. Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan pembelian ini lewat anak usaha Pertamina yakni PT Pelita Air Service.

    Baca juga: Survai Penas Ditunjuk Jadi Holding Penerbangan, Apa Alasannya

    “Ke depan Pertamina dan konsorsium akan membeli Airbus A400,” kata Gatot di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019.

    Gatot mengatakan pembelian ini merupakan bagian dari rencana Kementerian untuk melakukan penggabungan atau holding BUMN penerbangan. Sebab nantinya, Pelita Air Service juga diproyeksi bakal masuk dalam penggabungan ini.

    Pelita Air Service direncanakan fokus menggarap charter flight dan juga kargo. Hal ini dilakukan oleh Pelita Air Service karena Pertamina masih memiliki tugas penyaluran bahan bakar minyak (BBM).

    Gatot menuturkan selama ini Pertamina masih kesulitan mengangkut BBM ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. Karena itu, pengiriman dalam jumlah besar akan diangkut menggunakan pesawat kargo yang bakal dipesan.

    "Jadi kan selama ini kargo yang ke Papua dan 3T kami kesulitan membawanya. Sekarang sudah bersinergi dengan Pelni dan sebagainya. Tapi ke depan yang besar-besar dengan kargo," kata Gatot.

    Sementara itu, dikutip dari situs Pelita Air Service, perusahaan ini banyak bergerak dalam hal pengangkutan dan pendistribusian energi. Selama ini, perusahaan banyak terlibat dalam kegiatan transportasi energi ke wilayah off-shore, pendistribusian BBM di wilayah perbatasan, sampai dengan pengiriman kargo pada saat terjadi bencana.

    Baca berita Pertamina lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.