Garuda Indonesia Bakal Gelar RUPST, Bahas Pergantian Dirut?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024.  REUTERS/Willy Kurniawan

    Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diketahui akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada hari Rabu mendatang, 24 April 2019.

    Baca: Sepi Penumpang, Garuda dan Lion Air Batal Terbang ke Aceh Kemarin

    Rencana emiten berkode saham GIAA itu disampaikan dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu mata acara dari tujuh yang diagendakan yakni perubahan susunan pengurus perseroan.

    Dalam panggilan RUPST itu, manajemen GIAA menyebut agenda perubahan susunan pengurus perseroan merupakan usulan tambahan mata acara dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna. Hal tersebut disampaikan melalui surat nomor S-149/MBU/D5/03/2019 tanggal 14 Maret 2019 perihal usulan tambahan agenda RUPST buku 2018.

    Saat dimintai konfirmasi, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menampik kabar pergantian Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang sempat beredar. “Direksi Garuda oke-oke saja, kan masih baru,” ujarnya di Kementerian BUMN, Senin, 22 April 2019.

    Sebelumnya Kementerian BUMN merombak direksi Garuda Indonesia pada September 2018. Saat itu, dilakukan pergantian pucuk pimpinan dari Pahala N. Mansury kepada I Gusti Ngurah Askharadana Diputra.

    Sebelumnya, Ari Askhara, sapaan akrabnya, menjabat Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sejak Mei 2017. Dia juga mengisi kursi jajaran Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia periode Desember 2014 - April 2016.

    Baca: Benarkah Kondisi Garuda Seperti yang Disebut Prabowo?

    Seperti diketahui, GIAA telah melaporkan pendapatan US$ 924,93 juta pada kuartal I/2019. Realisasi itu naik 11,64 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dari situ, perseroan mencetak laba bersih US$ 20,48 juta pada pada kuartal I tahun 2019. Posisi itu berbanding terbalik dari kerugian yang dibukukan Garuda Indonesia sebesar US$ 65,34 juta pada kuartal I tahun 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.