Menhub: 70 Persen Kecelakaan saat Mudik Menimpa Pengendara Motor

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencatat, mayoritas kecelakaan saat mudik Lebaran menimpa pengendara sepeda motor. Jumlah kecelakaan motor yang masif ini terjadi lantaran kendaraan roda dua masih menjadi primadona bagi masyarakat saat pulang kampung. 

    Baca: Mudik 2019, Ini Jadwal Angkutan Barang Dilarang Beroperasi

    "Tingkat kecelakaan sepeda motor mencapai 70 persen saat mudik. Tidak hanya kecelakaan, macet juga disebabkan oleh motor," ujarnya saat memimpin rapat bersama sejumlah stakeholders di kantor Kementerian Perhubungan, Senin, 22 April 2019. 

    Berdasarkan data Polri, selama arus mudik Lebaran 2018 lalu, kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di jalur mudik berjumlah 307 kendaraan. Sedangkan di jalur non-mudik, ada 996 sepeda motor terlibat kecelakaan. Sementara itu, korban meninggal saat mudik karena kecelakaan berjumlah 193 orang. Angka ini memang menurun dari periode yang sama 2017, yakni mencapai 478 orang.

    Budi Karya mengatakan, Kementerian telah mengantisipasi masifnya masyarakat pulang kampung menunggang sepeda motor dengan pengadaan mudik-mudik gratis. Mudik gratis digelar sejumlah direktorat di Kemenhub, misalnya mudik dengan kapal perintis oleh Direktorat Perhubungan Laut dengan jalur Jakarta-Semarang. Selain itu, mudik dengan bus oleh Direktorat Perhubungan Darat. 

    Direktorat Perkeretaapian juga menggelar mudik angkutan motor gratis atau motis pada 2019. Kuota angkutan Motis tahun ini disediakan untuk 18.096 sepeda motor. Kemenhub menyiapkan gerbong kargo untuk mengangkut sepeda-sepeda motor pemudik. 

    Tak cukup menyediakan fasilitas mudik gratis, Budi Karya meminta sejumlah pihak, baik Kementerian maupun swasta, menggelar kampanye yang mengarahkan pemudik tidak menggunakan sepda motor. "Isu yang disampaikan, seyogianya masyarakat tidak menggunakan motor. Di sini banyak swasta, semoga bisa melakukan CSR dan dikampanyekan secara intensif," ujarnya. 

    Survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub menunjukkan, jumlah pergerakan pemudik pada 2019 mencapai 18.290.358 orang. Pergerakan ini terjadi selama 5 hari menjelang Hari H Idul Fitri. Adapun populasi rumah tangga yang melaksanakan mudik berjumlah 4,5 juta. 

    Baca: Mudik 2019, Menhub: Isunya Tak Lagi Kemacetan, tapi Keselamatan

    Jumlah pemudik yang diperkirakan menggunakan sepeda motor tahun ini diprediksi mencapai 986.776 orang dengan jumlah armada 493.388. Sebanyak 31,9 persen pemudik dengan sepeda motor akan melalui jalur pantai utara atau Pantura; sedangkan 7,1 persen lainnya melewati Lintas Selatan. Lalu, 4,1 persen melewati Lintas Selatan Selatan dan 56,9 persen melalui jalur alternatif. 

    Simak berita terkait mudik lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.