Gunung Agung Erupsi, Bandara Ngurah Rai Beroperasi Normal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa sekolah melintas di jalan raya saat Gunung Agung masih mengeluarkan asap dan abu vulkanik di Desa Baturiti, Karangasem, Bali, Rabu, 4 Juli 2018. Semuran abu vulkanik hari ini mencapai 2.500 meter, lebih tinggi 500 meter dari letusan-letusan sebelumnya dalam beberapa hari belakangan. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    Siswa sekolah melintas di jalan raya saat Gunung Agung masih mengeluarkan asap dan abu vulkanik di Desa Baturiti, Karangasem, Bali, Rabu, 4 Juli 2018. Semuran abu vulkanik hari ini mencapai 2.500 meter, lebih tinggi 500 meter dari letusan-letusan sebelumnya dalam beberapa hari belakangan. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Denpasar - Usai Gunung Agung mengalami erupsi pada Ahad dini hari tadi, otoritas Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyatakan landasan udara tetap beroperasi normal.

    Baca: Airnav: 226 Pergerakan Pesawat Relasi Bali Terdampak Gunung Agung

    "Berdasarkan hasil rapat otorita Bandara Ngurah Rai diputuskan bandara tetap beroperasi normal, dengan mempertimbangkan seluruh data pendukung dari seluruh pemangku kepentingan terkait," kata Kepala Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Arie Ahsanurrohim, di Denpasar, Ahad, 21 April 2019.

    Erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Ahad pukul 03.21 WITA itu menyebabkan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak (5.142 meter di atas permukaan laut), pada pukul 06.44 - 08.15 WITA terpantau hasil paper test di Bandara Ngurah Rai positif abu vulkanik yang sangat tipis. Meskipun terdapat tanda-tanda temuan sebaran abu vulkanik, namun operasional masih tetap normal.

    Selanjutnya pada pukul 07.00-08.22 Wita, hasil pindaian LIDAR terpantau ada sebaran abu vulkanik tipis dan tidak merata dengan radius 0-1.500 meter dari bandara pada ketinggian 500 meter dari permukaan tanah.

    Arie menambahkan, berdasarkan hasil observasi meteorologi penerbangan (METAR) pada pukul 10.30 WITA sudah tidak menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik di sekitar wilayah bandara. 

    Dalam rapat yang dihadiri oleh General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, GM Airnav, Danlanud I Gusti Ngurah Rai Bali, Otoritas Bandara Wilayah IV, Pimpinan AoC, para perwakilan Ground Handling dan maskapai, kemudian diputuskan bandara tetap beroperasi normal, dan tetap memonitor perkembangan selanjutnya. "Para stakeholders akan melakukan pertemuan kembali jika ada perubahan-perubahan yang cukup signifikan dan melakukan pembahasan yang sangat komprehensif," ujar Arie.

    Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali I Made Rentin mengatakan kolom abu erupsi Gunung Agung teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 2 menit 55 detik

    Baca: Letusan Gunung Agung Mereda, Maskapai Tetap Diminta Waspada

    Akibat erupsi Gunung Agung tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, sejumlah daerah terpapar hujan abu tebal hingga tipis di berbagai wilayah di Kabupaten Karangasem. Paparan hujan abu juga terjadi di luar daerah Kabupaten Karangasem yaitu Kabupaten Bangli, Klungkung, Gianyar, Badung dan Kota Denpasar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.