SKK Migas: Lifting Migas Kuartal I 2019 Capai 1,8 Juta Barel

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (ketiga kanan) berbincang dengan Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam (kedua kiri), President dan GM Total E&P Indonesie Arividya Noviyanto (kedua kanan), Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin (ketiga kiri), Senior Manager Asset Support INPEX Henry Banjarnahor (kiri) dan Kepala Lapangan NPU Teddy Indrawan saat meninjau North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, 31 Desember 2017. Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (ketiga kanan) berbincang dengan Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam (kedua kiri), President dan GM Total E&P Indonesie Arividya Noviyanto (kedua kanan), Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin (ketiga kiri), Senior Manager Asset Support INPEX Henry Banjarnahor (kiri) dan Kepala Lapangan NPU Teddy Indrawan saat meninjau North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, 31 Desember 2017. Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - SKK Migas atau Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mencatat pencapaian lifting minyak dan gas bumi sebesar 1,814 juta barrel of oil equivalent per day (BOEPD) selama kuartal I/2019. Angka tersebut setara dengan 94,6 persen dari target APBN 2019 sebesar 2,205 ribu BOEPD.

    Baca: Penerimaan Devisa Migas Naik, Cadangan Devisa Capai USD 124,5 M

    Dari sisi investasi, realisasi investasi terkait lifting minyak dan gas bumi tercatat senilai US$ 2,22 miliar pada kuartal I/2019. Artinya, nilai realisasi investasi itu tumbuh 10 persen dibandingkan dengan realisasi investasi periode sama tahun lalu.

    Meski begitu, realisasi investasi pada kuartal pertama tahun ini, baru memenuhi sekitar 15 persen dari target investasi 2019 senilai US$ 14,7 miliar. Dengan kata lain, kinerja hulu minyak dan gas bumi sepanjang kuartal I/2019 belum memuaskan dan terlihat masih jauh dari target yang dipatok pada tahun ini.

    Deputi Operasional SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan kinerja hulu migas sulit diukur dalam hitungan per kuartal, seperti halnya investasi. "Karena makin ke belakang, makin besar biasanya," kata Fatar, akhir pekan ini.

    Selain itu, terkait pemboran tercatat ada 15 sumur pemboran eksplorasi, dan 61 sumur pemboran pengembangan. Terkait aktivitas seismik 2D, tercatat sudah diselesaikan 646 kilometer (Km) dan seismik 3D terselesaikan 437 kilometer persegi.

    Untuk seismik 2D dan 3D yang masih dikerjakan hingga akhir tahun masing-masing 7.484 Km dan 6.488 Km2. Fatar mengatakan perkembangan seismik 2D maupun 3D terus dilanjutkan hingga akhir tahun, sehingga kinerjanya terus dipantau.

    Walaupun belum memenuhi target, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memiliki pembelaan tersendiri. Menurut dia, khusus untuk investasi migas, jangan dianggap target tidak tercapai.

    Cost recovery, kata Arcandra, termasuk dalam belanja modal. Ia mencontohkan belanja modal US$ 10 miliar berarti investasinya sebesar US$ 10 miliar. "Nah kami melakukan pemangkasan, setelah melakukan evaluasi, misalnya US$3 miliar, apakah berarti investasi tidak tercapai targetnya?" ucapnya.

    Baca: Lelang 5 Blok Migas, Arcandra: Investasi Migas Makin Bergairah

    Arcandra mengatakan investasi di sektor hulu migas sudah direncanakan dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (WPNB), sementara setelah itu masih ada proses evaluasi atas proposal yang disampaikan. "Harus dilihat juga dari efisiensinya, karena kan cost recovery, pemerintah mengembalikannya."

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.