Menperin Yakin Investasi Manufaktur Makin Moncer Usai Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menggunakan kemeja putih saat mencoblos di TPS 005 yang berlokasi di Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Caesar

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menggunakan kemeja putih saat mencoblos di TPS 005 yang berlokasi di Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Caesar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sekkor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 atau Pemilu 2019.

    Baca juga: Pemilu 2019 Kondusif, Indonesia Bakal Panen Investasi Asing

    Menurut dia, dengan mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0, selain diproyeksi dapat tumbuh optimal, industri juga mendorong kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

    "Setelah Pemilu 2019 akan banyak proyek prioritas yang akan segera berjalan, termasuk beberapa proyek prioritas seperti di industri petrokimia," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 April 2019.

    Selain itu, kata dia, finalisasi peraturan mengenai mobil listrik dan pemberian insentif bagi industri. Airlangga mengatakan tren pertumbuhan industri seusai pemilu akan terjadi, karena Indonesia adalah negara yang paling matang dalam penerapan sistem demokrasinya. Menurutnya, demokrasi yang matang menjadi modal pemerintah dalam menarik investasi dari luar negeri.

    "Optimisme pembangunan yang digaungkan pemerintah saat ini juga penting untuk menarik investasi. Semua sektor industri akan running setelah pilpres dan pileg," ujarnya.

    Menperin juga meyakini, kondisi ekonomi, politik, dan keamanan di Indonesia masih tetap stabil dan kondusif. Sehingga akan mendukung berjalannya aktivitas usaha atau perindustrian semakin agresif.

    Apalagi, kata dia, beberapa kebijakan baru akan diluncurkan untuk memudahkan pelaku industri berusaha di Indonesia dan melanjutkan kembali yang sedang terlaksana dengan baik.

    Sebelumnya pada rapat terbatas Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja, disebutkan bahwa Arab Saudi akan berinvestasi di sektor industri petrokimia senilai US$ 6 miliar atau setara Rp 84,31 triliun. Rencana investasi ini telah dibicarakan oleh Jokowi dan pihak kerajaan Arab Saudi, saat presiden melakukan kunjungan ke Negara Minyak tersebut, beberapa waktu lalu.

    Menurur dia, Arab Saudi ingin melakukan kerja sama untuk menjadikan Indonesia sebagai hub bagi industri petrokimia di Asia Tenggara. Untuk itu, kata Airlangga, Presiden Jokowi menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga pemerintah dan non kementerian yang terkait agar segera melakukan kajian untuk bisa memudahkan realisasi investasi tersebut.

    Baca berita Pemilu 2019 lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?