Pengguna BlackBerry Masih Bisa Mengakses BBMe

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BlackBerry Aurora. (gsmarena.com)

    BlackBerry Aurora. (gsmarena.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan induk BlackBerry Messenger (BBM), BlackBerry Limited mengumumkan meski layanan aplikasi BBM Messenger di Indonesia akan dihentikan, tetapi pengguna masih tetap bisa menggunakan layanan BBM Entreprise (BBMe). BBMe merupakan platform serupa BBM Messenger, yakni pengiriman pesan terenkrispsi end to end muktahir, tetapi berbayar.

    Baca juga: BlackBerry Messenger dan CIAYO Comics Luncurkan BBM Comics

    "Meskipun kami menghormati keputusan Emtek, kami sangat menyayangkan karena platform tidak berjalan dan berkembang seperti yang kami harapkan," ujar Mark Wilson, Chief Marketing Officer, BlackBerry dalam keterangan resmi, Kamis 18 April 2019.

    Bagi pengguna, BBMe akan tersedia secara gratis untuk satu tahun pertama. Setelah itu pengguna akan dikenakan biaya berlangganan selama 6 bulan sebesar USD $ 2,49. Saat ini, pengguna dapat mengunduh BBMe dari Google Play Store, sedangkan pengguna iPhone mesti bersabar karena aplikasi tersebut belum tersedia di Apple App Store

    Seperti diberitakan, aplikasi perpesanan Blackberry Messenger (BBM) di Indonesia akan dihentikan operasionalnya secara resmi. Lewat akun resmi di Facebook pada Kamis 18 April 2019, pihak BBM secara resmi mengumumkan bahwa aplikasi tersebut akan berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019.

    "Kami telah mencurahkan hati dan tenaga kami untuk mewujudkanya, dan kami bangga atas apa yang telah berhasil kami capai hingga saat ini. Walaupun berat, kini telah tiba waktunya untuk kami beranjak," tulis pengumuman tersebut dalam akun Facebook BBM, Kamis.

    Berhentinya layanan aplikasi pesan BBM ini memang tak terlalu mengejutkan. Sebab, sejumlah negara sebelumnya juga menutup layanan BBM Messenger. Sebelum layanan dihentikan, Indonesia tercatat sebagai negara yang masih menggunakan BBM Messenger.

    Berhentinya BBM juga tak begitu mengejutkan terutama di tengah persaingan aplikasi pesan instan serupat seperti Line, Whatsapp hingga KakaoTalk yang juga semakin dinamis. Hal ini ditambah dengan banyaknya developer yang ikut mengembangkan aplikasi pesan serupa.

    Adapun di Indonesia sendiri aplikasi pesan BBM sempat merajai pangsa pasar pertengahan tahun 2000-an. Hal ini seiring dengan makin lebarnya pangsa pasar ponsel BlackBerry yang juga makin diminati pengguna saat itu. Selain itu, platform ini terkesan sangat eksklusif karena hanya bisa digunakan terbatas pada ponsel BlackBerry.

    Munculnya ponsel smartphone layar sentuh dari Iphone dan juga hadirnya sistem operasi Android tenyata mengubah semuanya. Banyak pengembang yang kemudian mengembangkan platform aplikasi serupa seperti yang digunakan oleh BlackBerry Messenger.

    Baca juga: 3 Fitur Baru BBM Ini Bantu Pengguna Nikmati Asian Games 2018

    Akibat perkembangan ini, BlackBerry harus bersaing memperebutkan pangsa pasar yang dulu hanya di dominasi oleh satu aplikasi. Belum lagi, muncul isu bahwa manajemen perusahaan enggan berbenah diri menghadapi perubahan platform dengan hadirnya Android.

    Sementara itu, merujuk pada layanan Google Play, aplikasi WhatsApp telah diunduh sebanyak 87 juta pengguna, Line sebanyak 11 juta dan KakaoTalk sebanyak 2 juta. Sedangkan BBM Messenger telah diunduh sebanyak 12 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.