Angkasa Pura I Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2019

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pendaftaran mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di gedung Kemenhub, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019. Untuk mudik Lebaran 2019 mendatang, Kemenhub menyiapkan 1.200 unit bus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana pendaftaran mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di gedung Kemenhub, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019. Untuk mudik Lebaran 2019 mendatang, Kemenhub menyiapkan 1.200 unit bus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) mulai membuka pendaftaran mudik gratis bagi masyarakat di Provinsi DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan yang ingin mengikuti Program BUMN Mudik Gratis Tahun 2019. Angkasa Pura I menyiapkan transportasi bus dan kapal laut Pelni untuk program ini.

    Baca: Baru 2 Hari Dibuka, Kuota Mudik Gratis di Bekasi Ludes

    "Program BUMN Mudik Gratis ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Angkasa Pura I kepada masyarakat di wilayah kerjanya sekaligus sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam turut memperlancar arus mudik lebaran tahun 2019,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 April 2019.

    Angkasa Pura I menyediakan sebanyak 2.520 kursi yang terbagi dalam 63 bus AC bagi calon pemudik asal Jakarta menuju 6 kota, yaitu Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Wonosobo, Bobotsari, dan Surabaya. Para pemudik akan mendapatkan paket makanan ringan, obat-obatan, kaos, dan souvenir lainnya, termasuk asuransi jiwa untuk kenyamanan dan keamanan pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman.

    “Sedangkan untuk pemudik yang menggunakan kapal laut, Angkasa Pura I menyediakan 1.000 kursi kapal Pelni. Rinciannya, 400 kursi jurusan Makassar ke Surabaya menggunakan KM. Labobar dan 600 kursi rute Balikpapan ke Surabaya menggunakan KM Dobonsolo,” ujar Faik Fahmi menambahkan.

    Pendaftaran mudik gratis dengan bus dapat dilakukan secara online mulai 22 April hingga 4 Mei 2019 di website mudikgratis.ap1.co.id dan pendaftaran secara langsung (offline) pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2019 di Kantor Pusat Angkasa Pura I, Jakarta Pusat. Sedangkan untuk pemudik dengan kapal laut, pendaftaran dapat menghubungi Kantor Cabang Angkasa Pura I Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mulai 1 Mei sampai 25 Mei 2019.

    Untuk mendaftar, calon pemudik perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) (asli dan fotokopi). Keberangkatan calon pemudik akan dilaksanakan secara bertahap.

    Pada 30 Mei 2019 akan diberangkatkan 1 bus rute Jakarta-Semarang , dan 62 bus sisanya diberangkatkan pada 31 Mei 2019 dari Jakarta menuju Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Wonosobo, Bobotsari, dan Surabaya.

    Sedangkan calon pemudik dari Makassar menuju Surabaya yang menggunakan KM. Labobar diberangkatkan pada 27 Mei 2019, dan dari Balikpapan ke Surabaya dengan KM. Dobonsolo akan diberangkatkan pada 30 Mei 2019.

    "Melalui program BUMN Mudik Gratis ini kami berharap dapat mendukung terciptanya arus mudik yang aman, lancar, dan kondusif, sehingga para pemudik dapat berkumpul bersama keluarganya di kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri 2019," kata Faik Fahmi.

    Selain Angkasa Pura I, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga mengelar program mudik gratis. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan untuk mengelar program ini Kementerian telah menganggarkan dana senilai Rp 34,5 miliar.

    "Jumlah ini naik sebesar 20 persen dibandingkan program yang sama tahun kemarin yang mencapai Rp 27,6 miliar," kata Budi saat mengelar konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa 19 Maret 2019.

    Mudik gratis tersebar di kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta beberapa kota di Sumatera seperti Lampung dan Palembang.

    DRC | DIAZ PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.