Pilpres 2019 Aman, Modal Asing Banjiri Pasar Saham RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Nusantara Properti International Tbk Gede Putu Adnawa saat memberikan sambutan dalam acara penawaran perdana saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat 18 Januari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Utama PT Nusantara Properti International Tbk Gede Putu Adnawa saat memberikan sambutan dalam acara penawaran perdana saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat 18 Januari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup riset dari DBS Bank, bank beraset terbesar di Asia Tenggara, memperkirakan aliran modal asing akan semakin membanjiri pasar saham Indonesia tahun ini. Akibatnya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bakal menembus level 6.900 atau melesat dari ekspetasi sebelumnya. Derasnya modal asing karena sentimen positif investor menyikapi hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019.

    Baca: Menilik Investasi Saratoga, Perusahaan Sandiaga yang Rugi di 2018

    "Kami menegaskan peringkat 'Overweight' kami untuk Indonesia, dan meningkatkan target IHSG kami dari 6.500 menjadi 6.900 berdasarkan atas perkiraan keuntungan 16 kali dalam 12 bulan ke depan," kata Joanne Goh, Equity Strategist dan Philip Wee, FX (Foreign Exchange) Strategist dari DBS Group Research mengirimkan kesimpulan analisisnya yang diterima Antara di di Jakarta, Kamis.

    Joanne, yang merujuk pada hasil hitung cepat (quickcount) oleh lima lembaga survei di Indonesia, memperkirakan Joko Widodo sebagai petahana didampingi Ma'ruf Amin sebagai calon Wakil Presiden, kemungkinan besar akan memimpin Indonesia selama 2019-2024. Jika itu terjadi, pelaku pasar berharap stabilitas perekonomian terjaga dan reformasi struktural perekonomian terjadi.

    "Pemodal dapat mengetahui apa yang bisa diharapkan berdasarkan atas rekam jejak periode pertama Joko Widodo. Pembangunan infrastruktur akan berlanjut, disertai rencana lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.

    Kebijakan lain dari sisi ekonomi yang dinanti pasar adalah pemerataan kekayaan dan pengembangan desa di luar Pulau Jawa. Kemudian, rencana Jokowi untuk melanjutkan reformasi birokrasi dan menarik lebih banyak investasi manufaktur untuk mengurangi ketergantungan sumber daya alam dan mineral.

    "Kami yakin bahwa pemodal saham akan memberikan tanggapan positif terhadap hasil Pemilu. Selama masa jabatannya (Jokowi), Indonesia berhasil menaikkan peringkatnya menjadi peringkat investasi dan berhasil melalui krisis mata uang pasar negara berkembang dalam skala kecil pada 2018 tanpa menimbulkan banyak dampak negatif pada pertumbuhan serta sistem keuangan," ujarnya.

    Adapun, berdasarkan hasil hitung cepat lima lembaga survei di Indonesia, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih perolehan suara lebih banyak dibanding pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Kelima lembaga survei itu adalah Litbang Kompas, LSI Denny JA, Indo Barometer, Median, dan Kedai Kopi

    Meskipun demikian Prabowo Subianto, calon Presiden berlatar belakang militer, dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, mengklaim memiliki perhitungan akurat yang berbeda dengan hasil kemenangan lembaga survei. Prabowo mengaku memperoleh suara hingga 62 persen berdasarkan perhitungan lembaga internal Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno.

    Kepastian pemenang Pemilu Presiden akan menunggu penghitungan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum dan akan diumumkan pada 22 Mei 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.