Apindo Sebut Tiga Tugas Jokowi Bila Dilantik Jadi Presiden

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capren nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi tiba di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Presiden mengundang ketua umum partai koalisi untuk membicarakan hasil penghitungan cepat quickcount. TEMPO/Subekti.

    Capren nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi tiba di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta, Kamis, 18 April 2019. Presiden mengundang ketua umum partai koalisi untuk membicarakan hasil penghitungan cepat quickcount. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia alias Apindo Shinta Kamdani meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi melanjutkan reformasi perekonomian yang telah dijalankannya pada periode pertama pemerintahannya. 

    Baca: Sehari Setelah Pemilu, Jokowi Rapat Bahas Investasi Arab Saudi

    "Misalnya ketenagakerjaan dan perpajakan," ujar Shinta dalam pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 18 April 2019. Sebelumnya, sejumlah lembaga survey mengeluarkan hasil hitung cepat yang menunjukkan Jokowi - Ma'ruf Amin memenangkan Pemilihan Presiden 2019. 

    Shinta mengatakan ada tiga hal utama yang mesti diperhatikan Jokowi pada periode keduanya menjabat, yakni bagaimana cara meningkatkan daya saing, membangun sumber daya manusia yang unggul, dan membangun ketahanan ekonomi.

    Kalau dijabarkan, kata Shinta, tiga isu tersebut akan menjadi sangat luas. Misalnya saja pada perihal daya saing, Indonesia mesti berfokus di bidang perdagangan. "Dengan cara mendorong industri manufaktur, perluasan akses pasar, hingga utilisasi rantai nilai global."

    Selain itu, untuk meningkatkan daya saing, Shinta mengatakan pemerintahan Jokowi juga mesti melakukan perbaikan isu pada sektor tenaga kerja. Ditambah, pemerintah juga mesti mengeluarkan sistem perpajakan yang mendorong bisnis. 

    Shinta menjelaskan pula pentingnya pemerintah membangun sumber daya unggul. Berkaca dari Vietnam, ia mengatakan negara yang satu regional dengan Indonesia itu bisa melaju seperti sekarang bukan hanya lantaran kebijakan pemerintah dan pembangunan infrastrukturnya yang bagus. Ia mengatakan Vietnam juga mampu membangun sumber daya manusianya.

    "Berdasarkan data World Bank 2018, 55 persen anak usia 15 tahun di indonesia secara fungsional buta huruf, bandingkan dengan Vietnam yang kurang dari 10 persen," ujar Shinta.

    Terakhir Shinta menyatakan pemerintahan Jokowi perlu membangun ketahanan nasional. Ketahanan nasional itu dimulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, kebencanaan, perubahan iklim hingga makroekonomi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.