Menteri Basuki Yakin Target 1.852 Km Jalan Tol Tercapai

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama para menteri kabinet kerja meninjau jalan Tol Pasuruan-Probolinggo yang diresmikan hari ini, 10 April 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama para menteri kabinet kerja meninjau jalan Tol Pasuruan-Probolinggo yang diresmikan hari ini, 10 April 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono yakin, target pembangunan jalan tol sepanjang 1.852 kilometer bakal tercapai tahun ini. Target ini merupakan target yang digagas oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 2015-2019.

    Baca juga: Diskon Tarif Tol Trans Jawa Diperpanjang Sampai Lebaran

    "Iya 1.852 kilometer itu hitungan kami sampai akhir tahun ini," kata Basuki saat ditemui usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara atau TPS 01 Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 17 April 2019.

    Adapun sampai akhir tahun kemarin Kementerian telah merampungkan pembangunan jalan tol sepanjang 782 kilometer. Basuki menyebut beberapa proyek pembangunan jalan tol akan rampung tahun ini.

    Misalnya, ia menyebut jalan tol yang menghubungkan Lampung dan Palembang sepanjang 350 kilometer bakal selesai pada Juni 2018. Selain itu, Basuki juga menyebut jalan tol yang menghubungkan Pandaan di Pasuruan dengan Malang.

    "Tol Pekan Baru-Dumai, jalur tol Manado-Bitung dan Balik Papan-Samarinda tahun ini, Desember semua," kata Basuki.

    Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono juga memastikan pemerintah tak menunda pengoperasian jalan tol, meski masih tahap penyelesaian. "Makanya ada yang cuma 6 Km, asal gate to gate dan bisa dipakai, kita langsung fungsikan dulu," kata Basuki kala mempresentasikan capaian 4 tahun kinerja kementeriannya.

    Direktur Utama PT Waskita Toll Road, Herwidiakto, menilai pengembang jalan tol lebih bersemangat dalam pengembangan proyek ini. Di Trans Sumatera, anak usaha PT Waskita Karya (persero) Tbk itu menggenjot pengerjaan dua ruas, yakni Seksi 7 Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dan ruas Kayu Agung-Palembang-Betung, agar bisa dibuka tahun depan. "Kami berkonsentrasi dengan yang sudah berjalan," katanya pada Tempo.

    YOHANES PASKALIS | HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.