Jokowi-Ma'ruf Menang Telak di TPS Luhut Pandjaitan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan dan istri, Devi Pandjaitan, mencoblos di TPS 005, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. Luhut dan Devi mencoblos setelah mengantre sekitar 1 jam. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Luhut Binsar Pandjaitan dan istri, Devi Pandjaitan, mencoblos di TPS 005, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019. Luhut dan Devi mencoblos setelah mengantre sekitar 1 jam. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon presiden-wakil presiden no 01, Jokowi-Ma'ruf Amin menang telak di tempat pemungutan suara atau TPS 005 Kuningan, Jakarta Selatan. TPS ini merupakan tempat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menggunakan hak suaranya.

    Baca juga: IHSG Ditutup Menguat Sehari Menjelang Pilpres 2019

    Berdasarkan rincian perhitungan suara yang dilakukan oleh panitia TPS setempat, Jokowi-Ma'ruf mengantongi 183 suara. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno memperoleh 53 suara.

    "Di TPS ini Prabowo kalah," kata Ketua RW 002 Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019.

    Menurut data yang dihimpun, daftar pemilih tetap di TPS 005 berjumlah 289 orang. Kehadiran DPT hingga waktu pencoblosan ditutup mencapai 100 persen. Dari 289 suara, hanya 1 suara yang dinyatakan gugur atau tidak sah.

    Adapun daftar pemilih tambahan atau DPTb di TPS ini berjumlah 19 orang. Sebanyak 2 orang dipastikan tidak hadir.

    Empat dari 19 DPTb tersebut adalah Luhut bersama keluarganya. Luhut terdaftar di DPTb bersama istrinya, Devi Pandjaitan, dan dua anaknya, Kerri Pandjaitan serta Paulina Pandjaitan.

    Tim TPS juga mencatat, lima orang daftar pemilih khusus juga dipastikan tidak hadir menggunakan hak suaranya. Hasil perhitungan di TPS itu meliputi pemilihan presiden, DPR RI, DPRD, dan DPD. Hingga perhitungan kelar, terdapat 60 surat suara pemilihan presiden yang tersisa.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.