Habis Nyoblos, Budi Karya Makan Bareng Keluarga

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri "Lelang barang koleksi pribadi milik beberapa pejabat negara" di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018. Majalah FinanceAsia mengeluarkan penilaian kinerja Menteri Keuangan di kawasan Asia Pasifik dalam kurun waktu setahun. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku pergi ke restoran bersama keluarga untuk makan setelah nyoblos atau menggunakan hak pilihnya. Dia mengatakan dirinya memilih di Tempat Pemungutan Suara atau TPS 71 Bintaro, Pesanggrahan, Tangerang Selatan.

    "Tadi makan dulu setelah nyoblos," kata Budi Karya Sumadi saat berbincang dengan awak media di Restoran Batik Kuring, Jakarta Selatan, Rabu 17 April 2019. Sebelum itu, Budi sempat mengunjungi TPS 01 Senanyan, Kebayoran Baru yang merupakan TPS perumahan menteri Widya Chandra.

    BacaPrabowo Kritik BUMN, Jokowi Pamer Rokan dan Freeport 

    Budi Karya bercerita, dia sebenarnya ingin bisa mencoblos di kompleks perumahan menteri Widya Chandra. Namun dikarenakan terlambat untuk mengurus administratif, dia akhirnya memutuskan untuk mencoblos di tempat tinggalnya.

    Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono diketahui telah terlebih dahulu mencoblos di TPS perumahan menteri Widya Chandra. Ditemui usai mencoblos, Basuki mengaku deg-degan usai memberikan hak pilihnya di TPS. "Deg-degan (saat mencoblos). Dulu kampanye sekarang kita saatnya memilih. Mudah-mudahan Allah memberi yang terbaik untuk bangsa Indonesia," kata Basuki.

    Berdasarkan pantauan Tempo, Basuki hadir di TPS Sekitar pukul 08.45 WIB. Mengenakan kemeja putih, Basuki datang bersama istrinya Kartika Nuraini dan juga anak serta cucunya. Keluarga ini kompak menggenakan atasan putih-putih.

    Adapun dalam pemilu ini, Basuki hanya bisa mencoblos surat suara berwarna merah atau untuk presiden dan wakil presiden. Hal ini karena dia hanya terdaftar sebagai daftar pemilih tambahan bukan pemilih tetap di wilayah tersebut.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.