Harapan Jonan untuk Jokowi, Sektor Energi Bisa Dikelola Sendiri

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan datang melayat pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja di rumah duka Sentosa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu, 27 Januari 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan datang melayat pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja di rumah duka Sentosa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu, 27 Januari 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan dukungannya kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo, usai memberikan suara di TPS 099 Cipete Utara, Jakarta Selatan, Rabu, 17 April 2019.

    BACA: Pertamina dan Petronas Kerja Sama Kembangkan Bisnis Migas

    Jika Jokowi kembali terpilih menjadi Presiden RI periode 2019-2024, Menteri Jonan berharap iklim investasi di sektor energi, termasuk minyak dan gas bumi (migas) dapat lebih baik, bahkan dikelola Anak Bangsa.

    "Yang paling penting adalah kita bisa menciptakan iklim yang lebih baik sehingga investasi itu baik dari dalam maupun luar negeri tetap bisa masuk. Harapan saya saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air bisa mengelolanya dengan baik," kata Jonan.

    Mantan Menteri Perhubungan itu menjelaskan bahwa selama pemerintahan 4,5 tahun terakhir di bawah Jokowi-JK, penerimaan sisi negara dari sektor ekstraktif setiap tahun terus meningkat. Hilirisasi energi juga tercipta seiring dengan banyaknya komitmen investasi.

    Selain di sektor energi, Jonan berharap Jokowi dapat melanjutkan pembangunan berlandaskan keadilan sosial.

    Di tengah persiapan Indonesia menuju Revolusi Industri 4.0, Jonan ingin pendidikan berbasis keterampilan dan kejuruan atau sekolah vokasional dapat diperluas untuk meningkatkan kapasitas SDM sesuai keahliannya.

    Menurut dia, industri telekomunikasi atau berbasis teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) akan menyerap banyak tenaga kerja, sehingga SDM yang kompeten perlu disiapkan agar Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.

    "Kenapa itu perlu? Karena kita ini negara besar, mungkin angkatan kerjanya bisa separuh jumlah penduduk. Ini tidak bisa semuanya terserap dari sekolah-sekolah yang sifatnya umum, harus kejuruan sehingga bisa diserap oleh lapangan kerja di industri baru," kata Jonan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.